Bismillah, Assalamualaikum W.W. Bogor 18 Agustus 2011
Alhamdulillah, sejak tanggal 18 Agustus 2011, Universitas Djuanda mulai memanfaatkan aplikasi Openfire, yaitu program aplikasi komunikasi berbasis Linux yang berfungsi untuk komunikasi dijital teks dan audio. Aplikasi Openfire adalah open source di bawah lisensi GNU/GPL yang tersedia bagi pengguna komputer untuk berkomunikasi di komunitasnya. Kami ucapkan terima kasih kepada Team Openfire yang telah berbaik hati menyediakan fasilitasnya ini secara gratis.
Aplikasi ini dioperasikan oleh Bitik - LSIP dilengkapi dengan panduan penggunaan praktis berupa leaflet yang insya Allah memudahkan pengguna (user) untuk memulai, mendaftarkan diri dan menggunakannya secara mudah, mandiri, atau penggunaan berkelompok dalam chating room. Aplikasi ini dikenal luas di dunia maya dengan sebutan Jaber, dan sudah digunakan secara luas di internet. Universitas Djuanda hanya menyediakan fasilitas dalam jaringan intranet. Setup aplikasi dilakukan oleh Sjarif A. Adimihardja, Kumbang Satunggal dan Audi Hadiwijaya, sedangkan operasionalnya dikoordinasi oleh Gusprasetyo dan Ahmad Bastari. Secara khusus kami sampaikan terima kasih kepada Audi Hadiwijaya yang telah membantu kami dalam penggunaan aplikasi Openfire. Mudah-mudahan menjadikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kita semua.
Layanan Openfire pada sisi klien (client), yaitu pengguna dengan komputernya, dibantu aplikasi Spark yang dipasang dan di instal di komputer pengguna. Aplikasi Spark ini tersedia untuk komputer dengan sistem operasi Windows ataupun Linux. Sayangnya semua menu dan tampilan panduan Spark masih menggunakan bahasa inggris. Versi yang sekarang di pasang adalah Openfire dan Spark versi 2.8.5. Litbang Inherent saat ini sedang meneliti dan mencoba Openfire dan Spark versi 3.x.x. yang lebih baru dan mudah-mudahan lebih aplikatif untuk penggunaannya.
Sewajarnya kita bersyukur (Alhamdulillah) dengan digunakannya aplikasi ini, sehingga hambatan teknis pengiriman data dijital di intranet Unida telah teratasi. Selanjutnya hanya tinggal optimalisasi dan peningkatan kapasitasnya untuk berbagai layanan akademik ( layanan prima) bagi semua pemangku kepentingan di dalam kampus.
Panduan dapat dilihat di Inherent Unida
Wassalam.















