Bismillah.
Assalamulaikum W. W.
Hikmah Idul Fitri 1432H
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad –shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, shahabatnya, dan pengikutnya.
Allahu Akbar……Allahu Akbar…….Laa ilaha illallah Huwallahu Akbar....... Allahu Akbar .......... walillahilhamd!
| MENUJU KEMENANGAN | |
|
Berbondong-bondong menuju tanah lapang |
Bertakbir dan bertahmid |
| Mengikuti Tata Cara Rasulullah SAW | |
|
Menyusun barisan saf demi saf |
Dalam kesederhanaan dan persamaan |
| DALAM BARISAN YANG BERSAF-SAF, TERATUR DAN RAPAT | |
|
Barisan teratur |
Lurus dan rapat |
|
PENUH KETAATAN DAN KHUSU MENGIKUTI IMAM DAN MENDENGARKAN KHUTBAH |
|
|
Mengikuti Imam dengan tertib dan taat |
Mendengarkan khutbah dengan khidmad dan sabar |
| BERSAHABAT DAN PERSAHABATAN | |
|
Bersilaturahim |
Bertoleransi saling memaafkan |
|
KESATUAN DAN PERSATUAN KAUM MUSLIMIN Dalam Mencari Ridho Allah SWT |
|
Allahu Akbar……Allahu Akbar…….Laa ilaha illallah Huwallahu Akbar....... Allahu Akbar .......... walillahilhamd!
Allah Subhanahu wa Ta'ala Dzat Yang Maha Agung. Dzat Yang Mengatur alam semesta, Dzat Yang Maha Hidup dan tidak akan mati, dan Dzat Yang Memberi Rizki. Kepada Allah-lah semua akan kembali. Dan kita tidak diperbolehkan takut kecuali kepada Allah. Allah berfirman dalam surat Ali Imran 102:
Aku berlidung kepada Allah dari godaan syeitan yang dirajam.
يا ايها الذين ءامنوااتقواالله حق تقاته ولا تموتن إلا و أنتم مسلمونَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah meninggal kecuali dalam keadaan Islam.
Perintah taqwa juga Allah tujukan kepada umat-umat sebelum kita. Dan taqwa merupakan suatu wasiat yang paling mulia karena kata "taqwa" mengandung arti yang sangat luas. Bahkan di balik Ramadhan, juga diharapkan agar bertaqwa. Sebagaimana firmanNya:
يا ايها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa (QS. 2:183).
Apakah kita akan mengatakan kami beriman kepada Allah sebelum Allah menerimakan cobaan kepada kita sebagaimana orang-orang beriman jaman dahulu menerima cobaan. Sehingga diketahui siapa hamba Allah yang sebenarnya bersyukur dan siapa yang dusta/kufur. (al Ankabut (29):2-3)
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ (٢)
2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (٣)
3. Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Dalam usaha membuktikan bahwa Islam merupakan agama perdamaian, setiap muslim harus damai di dalam dirinya sendiri, tidak dikuasai hawa nafsu, amarah, dan kebencian. Untuk berdamai dengan diri sendiri, setiap muslim harus hidup damai dengan Rob-nya, dan harus betul-betul menyerahkan diri (taslim) kepada Allah SWT. Ia harus meninggalkan seluruh hawa nafsu angkara murka, tidak boleh merasa paling benar, dan tidak boleh memaksa orang lain dengan kekerasan untuk tunduk kepadanya. Hanya dengan mewujudkan perdamaian dalam diri masing-masing, perdamaian di antara manusia dan lingkungan hidup dapat diciptakan. Allah SWT berfirman dalam surat al-Fath, sbb.:
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Dialah (Allah) yang telah menurunkan ketenangan, kedamaian (Sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin. Supaya keimanan mereka bertambah, disamping keimanan mereka (yang telah ada), (QS. Al Fath:4)
Puasa Ramadhan telah dilaksanakan untuk meningkatkan ketaqwaan kita. Selanjutnya, di antara upaya kita agar taqwa kita tetap terpelihara dan bertambah adalah dengan cara membaca Al Quran dan mengkaji apa yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian kita selalu waspada, sampai saat nanti dipanggil Allah SWT, kita masih berada dalam keadaan islam (QS. 3:102). Insya Allah, Amien.
Alhamdulillah.
Wassalamualaikum W. W

























