HomeAkademikPedoman Akademik

7 LANGKAH MENUJU 27 Derajat

 

 

7 LANGKAH MENUJU 270

           

I. 30 Menit sebelumnya siapkan dan sucikan hati, akal dan pikiran serta pasang niat yang ikhlas untuk mendirikan sholat berjama’ah ;

II. Hentikan seluruh aktivitas 15 menit sebelum waktu sholat tiba; seperti rapat, mengajar, pelayanan administrasi, ngobrol-ngobrol, dsb ;

III. Bersihakn diri dari najis dan hadas kemudian berwudhu dengan tertib, sempurna dan membaca do’a wudhu dengan baik sambil menghadap kiblat ;

IV. Gunakan pakaian/perhiasan yang terbaik, bersih, suci, dan wajar, dan segera menuju ke masjid dengan tenang untuk sholat berjama’ah serta berdo’a ketika masuk masjid ;

V. Menjawab panggilan adzan dengan hati yang khusu’ dan tawadhu, memaknai dan menghayati panggilannya ;

VI. Lakukan sholat Sunah Rawatib[1] untuk kesempurnaan amal sholat dan dirikanlah sholat wajib dengan thumaninah, khusu’ dan tawadhu’dan ;

VII. Berzikir dan berdo’a setelah sholat untuk mencapai 270

 

Dari Ibnu Umar -radhiallahu anhuma-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً


artinya: “Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (HR. Al-Bukhari dalam Kitab al-adzan dan keutama’an sholat berjama’ah, dari Abdullah bin Umar.[2])

Al-Hafidh menyatakan bahwa yang dimaksud 270 adalah sbb.

1.      Menjawab panggilan adzan dengan niat sholat berjama’ah ;

2.      Segera mendirikan sholat di awal waktu ;

3.      Berjalan menuju masjid dengan tenang dan tidak tergopoh-gopoh ;

4.      Berdo’a ketika memasuki masjid ;

5.      Sholat Tahiyatul Masjid setelah masuk kedalam masjid. Semua itu didahulukan dengan niat sholat berjama’ah ;

6.      Menunggu jama’ah lainnya ;

7.      Menerima shalawat Malaikat dan istigfarnya (memohonkan ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang dikerjakan manusia ;

8.      Mendapat persaksian malaikat ;

9.      Menjawab Iqomah ;

10.  Terhindar dari syetan ketika iqomah dikumandangkan ;

11.  Berhenti (berdiri tegak) menanti  takbir Imam atau masuk ke dalam sholat serta imam yang telah dahulu ;

12.  Memperoleh takbiratul ihram bersama imam ;

13.  Meluruskan shaf dan merapatkannya (untuk kesempurnaan sholat) ;

14.  Memjawab imam ketika membaca “Sami’Allahulimanhamidah” ;

15.  Terpelihara dari lupa ;

16.  Menambah kekusyu’an sholat ;

17.  Membaguskan pakaian (the best performance) ;

18.  Dikelilingi Malaikat ;

19.  Membiasakan diri tahsinulqira’ah (membaguskan baca’an) ;

20.  Melahirkan syi’ar Islam ;

21.  Menjauhkan syetan dengan jalan bersama berkumpul untuk ibadah dan tolong menolong dalam hal ketaatan ;

22.  Terhindar dari sifat nifaq dan terlepas dari buruk sangka pada orang lain (syu’udzon) ;

23.  Menjawab salam imam ;

24.  Mengambil manfa’at dengan berkumpul untuk berdo’a dan berzikir bersama orang-orang yang sempurna (kamil) dan menutup kelemahan dan kekurangan (naqis) ;

25.  Memperoleh kerukunan/kedamaian antar tetangga (umat) ;

26.  Mendengar baik bacaan iman yang dijaharjakan (dikeraskan)

27.  Membaca amin bersama imam agar mendapat persesuaian dengan amin malaikat dan derajat ini diperoleh melalui sholat berjama’ah[3].



[1] Sholat Sunah Rawatib adalah shalat sunah yang dikerjakan sebelum (qobliyah) dan setelah sholat fardhu (ba’diyah)

[2] Al- Lu’ lu-u  wal Marj 1 : 142

[3] M. Hasbi Loh-Shidiqy, 2002 jilid II, buku tentang : jahatan, 1953 hal

 

 

 

Pilihan Bahasa

Pengunjung Online

Kami memiliki 44 Tamu online

Pengunjung

773615
Hari iniHari ini634
KemarinKemarin1032
Minggu iniMinggu ini2586
Bulan iniBulan ini10222
TotalTotal773615