Musyawarah Kerja XII, UNIDA Bogor siap Re-akreditasi A

Ahmad Fadil - 02 Aug 2017

Musyawarah Kerja XII, UNIDA Bogor siap Re-akreditasi A

Unida selenggarakan Musyawarah Kerja ke-12 pada (27/07) di aula gedung C. Sebanyak 128 orang ikut merumuskan dan turut andil dalam Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari ini. Muker merupakan agenda Universitas Djuanda yang wajib dilakukan dalam meningkatkan kualitas dan mutu kampus bertauhid.

Acara resmi dibuka oleh Dr. Martin Roestamy Ia mengatakan bahwa “Arah kebijakan YSPIAI ke depannya adalah menjadikan Universitas Djuanda sebagai 10 Besar Universitas terbaik se-Indonesia. Mudah-mudahan Muker ini akan memperbaharui tekad kita di kampus bertauhid ini”. Ungkap ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia. Tahun 2016, berdasarkan pemeringkatan universitas oleh Kementrian Ristekdikti, ranking Unida masih di urutan ke 55. Tahun sebelumnya di urutan 73, melihat trend yang semakin meningkat, pihak manajemen merasa optimis bahwa Unida akan dapat semakin maju ke posisi yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan tema yang dirumuskan dalam muker, melalui semangat kebersamaan berbasis tauhid kita tingkatkan budaya mutu dan sistem informasi untuk meraih APT “A” sejalan dengan visi Universitas Djuanda.

Rektor Universitas Djuanda Dr. Dede kardaya menyampaikan dalam sambutannya, bahwa dalam kondisi persaingan dalam dunia pendidikan, universitas Djuanda wajib untuk dapat meningkatkan kualitasnya. Persaingan bukan hanya di perguruan tinggi dalam negeri saja, melainkan juga perguruan tinggi dari luar negeri yang ke depannya mendirikan kampus di Indonesia. “Beberapa waktu lalu, kita diundang oleh Ristekdikti di Batam untuk mengikuti sosialisasi program peningkatan akreditasi perguruan tinggi. Universitas yang diundang adalah yang berpotensi untuk ditingkatkan nilai Akreditasi nya dari B ke A.” ujarnya. “Tema muker ini luar biasa karena targetnya jelas. Komponen harus bernilai maksimum kalau kita mau kompetitif maka ini harus dilakukan. Sejak berlakunya globalisasi MEA, kita harus meningkatkan kualitas kita”. Tambah Rektor

Sesuai dengan standar dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) setiap komisi dibagi sesuai standar yang dibutuhkan APT. Khususnya dalam rangka meningkatkan nilai. Dalam menyusun Borang berarti menyusun kinerja Universitas dan seluruh komponen di tahun sebelumnya. Komisi-komisi yang akan merumuskan berbagai kinerja dan capaian untuk pengiriman Borang Akreditasi ini terdiri dari Komisi A tentang Visi, Misi, Tujuan, Renstra dan Renop.Komisi B Tata pamong kepemimpinan dan penjaminan mutu. Komisi C tentang Kemahasiswaan, lulusan dan promosi. Komisi D tentang sumber daya manusia dan pengembangan SDM. Komisi E mengenai Kurikulum pembelajaran dan suasana akademik. Komisi F tentang pembiayaan, sarana prasarana dan Rencana Anggaran Biaya. Komisi G memfokuskan pada Penelitian dan kerjasama. Komisi H, Sistem Informasi dan pengembangan IT, dan Komisi I tentang Evaluasi diri. Acara dipandu oleh Anchor, setiap komisi menyampaikan target dan program kerja yang aktif di tanggapi oleh peserta muker berupa pertanyaan, dan masukan.

Musyawarah kerja ini diharapkan menghasilkan luaran yang berbeda. Dikatakan oleh Ketua pelaksana, Arti Yusdiarti bahwa, tujuan diadakan muker ini adalah adanya evaluasi diri terhadap pencapaian kinerja Universitas Djuanda selama 3 tahun terakhir sekaligus membuat program kerja di tahun mendatang berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Melalui evaluasi yang dilaksanakan bersama-sama, maka diharapkan seluruh peserta muker dapat bersama-sama meningkatkan mutu kinerjanya sehingga saat re akreditasi nanti dapat memperoleh nilai A. Luaran berupa borang akreditasi akan dievaluasi kembali oleh tim inti agar optimal penyajiannya. “Mudah-mudahan setelah keluar dari muker tujuan ini akan tercapai.” Ungkapnya.***(TimPublikasi).