UNIDA BERTASBIH, SYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN SEBAGAI RAHMAT ALLAH SWT

Ahmad Fadil - 21 Aug 2017

UNIDA BERTASBIH, SYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN SEBAGAI RAHMAT ALLAH SWT

Menjelang Hari Ulang tahun Republik Indonesia yang ke-72, masyarakat tanah air berlomba-lomba mengadakan kegiatan positif untuk mengisi hari kemerdekaan. Lembaga Pengkajian dan Penerapan Tauhid dan Perguruan Amaliah di bawah naungan Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia yang dalam rangkaian acaranya mengadakan kegiatan UNIDA Bertasbih pada hari Rabu lalu (16/08).

Menghadirkan penceramah KH. M. Husni Thamrin, seluruh Insan YPSPIAI tampak memadati Area Masjid Amaliah. Acara yang mengusung tema UNIDA bertasbih tersebut diisi dengan bertasbih, shalawat, pembacaan ratib Al-Haddad dan doa, shalat dhuha, serta tausyiah.

“Umat Islam semakin hari semakin lupa akan mahakarya ulama untuk mewujudkan NKRI. Indonesia merdeka 100% karena campur tangan ulama, santri dan umumnya tokoh muslim.” Ungkap Abi Thamrin yang juga pimpinan pondok pesantren Al-Ihya Bogor saat bertausyiah.

Sejalan dengan Ustad Misbahul Ulum, penceramah kedua yang mengisahkan bahwa, pada saat itu Indonesia belum siap merdeka. “Secara teori militer tidak ada yang bisa menjelaskan Indonesia menang hanya dengan senjata bambu runcing. Namun karena Kekuatan doa, bersatunya umat Islam, pada 17 Agustus 1945, bulan Ramadhan di hari Jumat, karena kehendak Allah Indonesia merdeka. Ini merupakan Hadiah dari Allah.”

Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran dan perjuangan para ulama, santri, tokoh-tokoh islam yang tidak bisa diabaikan dalam sejarah. Mereka semua menyadarkan dan menanamkan kesadaran rakyat akan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan para penjajah.

Ketua Pembina YPSPIAI, Martin Roestamy dalam sambutannya menyatakan Berkat doa mereka lah kemerdekaan itu terwujud. Hari ini kita bertasbih meminta kepada Allah perlindungan dari negara-negara yang akan mencatut Indonesia. Islam butuh Indonesia, dan Indonesia butuh Islam. Oleh karena itu sekali tauhid tetap bertauhid.