Rangkaian kegiatan delegasi Universitas Djuanda (UNIDA) pada hari kedua, Selasa (11/06/2024) ditutup dengan melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Pulau Pinang, Malaysia, pukul 20.30 waktu setempat. Kunjungan ini disambut baik oleh Konjen RI sebagai bagian dari program International Community Service yang dijalankan oleh UNIDA, juga merupakan bagian dari komitmen UNIDA dalam mendukung pengembangan masyarakat Indonesia di luar negeri melalui berbagai program pengabdian yang berkelanjutan.

 

Dalam kesempatan tersebut, delegasi UNIDA berencana untuk melakukan penyuluhan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pulau Pinang, Malaysia. Adapun materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek untuk meningkatkan kualitas hidup, membangun usaha jangka panjang, serta materi mengenai parenting.



 

Salah satu delegasi UNIDA yang menjadi narasumber, Dr. Radif Khotamir Rusli, S.Ag., M.Ed, dosen dari Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG), mengemukakan bahwasanya walaupun terpisahkan oleh jarak, parenting tetap merupakan hal yang sangat penting.

 

"Di era sekarang, jarak bukanlah hambatan untuk komunikasi antara Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan keluarga di kampung halaman," ujar Dr. Radif Khotamir Rusli, S.Ag., M.Ed dalam pemaparannya.

 

Pada kesempatan yang sama, Konjen RI juga mengumumkan rencana untuk melakukan sidang isbat bagi pasangan PMI yang telah menikah siri, agar status pernikahan mereka dapat diakui secara hukum. Langkah ini diambil untuk melindungi hak anak dan memfasilitasi berbagai kepentingan, termasuk pendidikan anak, asuransi kesehatan, dan hak-hak lainnya.



 

Mengenai hal ini, Dekan Fakultas Hukum (FH) UNIDA, Dr. Nurwati, S.H., M.H turut menjelaskan dan menekankan bahwa legalisasi pernikahan siri bagi orangtua PMI sangat penting agar anak-anak mereka dapat memperoleh dokumen resmi yang diperlukan.

 

"Ini untuk kepentingan pendidikan anak, asuransi kesehatan, serta hak-hak lainnya," tutur Dr. Nurwati, S.H., M.H.

 

Melihat banyaknya permasalahan yang ada di PMI berkenaan dengan pernikahan siri, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Dr. Rita Rahmawati, M.Si yang dikenal dengan Dekan Rara menyorotinya dari aspek sosial sebagai dampak dari pernikahan siri antar PMI yang menyisakan masalah  sosial lainnya, seperti perceraian dan penelantaran anak dan keluarga di kampung halaman. Oleh karena itu Dekan Rara menekankan pentingnya sosial sistem yang mampu menjamin ketahanan  keluarga.



 

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA Dr. Zahra Khusnul Latifah, M.Pd.I., M.C.E menambahkan bahwa perlunya penguatan iman dan takwa bagi PMI agar dapat kuat serta tetap memegang teguh nilai-nilai agama dan moral dalam setiap aspek kehidupan yang dijalani.