Grand Final Kontes Inovasi Bisnis 2017 Saatnya yang Muda yang Berkarya

Ahmad Fadil - 08 Dec 2017

Grand Final Kontes Inovasi Bisnis 2017 Saatnya yang Muda yang Berkarya

Universitas Djuanda kembali menggelar acara Kontes Inovasi Bisnis yang ke VII pada Rabu (06/12) yang berlokasi di Aula Gedung C Universitas Djuanda. Kontes ini dimenangkan oleh Produk De’Nahong Halal soap travel inovasi karya mahasiswa Fakultas Ilmu Pangan Halal. Sedangkan untuk juara 1 tingkat siswa SMA/MA/SMK Se-derajat dimenangkan oleh SMAN 1 Cigombong dengan Inovasi produk Empal Gompal, panganan inovatif berbahan dasar pelepah pisang.
“Dari 100 peserta yang mengirimkan Idea Concept Paper (ICP) hanya 20 finalis yang terpilih masuk Grand Final dan bisa mempresentasikan produknya”. Ungkap Turmudzi selaku ketua pelaksana. Beberapa tamu yang diundang sebagai juri kali ini diantarnya Novita selaku perwakilan dari Bank Mandiri, Siti Masitoh selaku Dosen Kewirausahaan, Kepala Koperasi 212 Ahmad Iman yang juga praktisi wirausaha serta Ir. Muzzakir dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia
Rektor Universitas Djuanda Dr. Ir. Dede Kardaya menyatakan dalam sambutannya Kontes IB ini sudah menjadi agenda tahunan unida dan melihat motivasi mahasiswa untuk berwirausaha menjadi salah satu visi unida dan menjadikan mahasiswa unida sebagai wirausahawan serta memilki jiwa berkreasi. Ia menambahkan kegiatan ini sangat positif dan bisa dijadikan sebagai ajang mengekspresikan diri dalam berkarya. “Kontes Inovasi Bisnis kali ini adalah hasil dari teknologi sehingga banyak produk kali ini dihasilkan dari teknologi.”
Sejalan dengan Sandi Maftuh Presiden Mahasiswa Unida yang mengatakan “sebagai mahasiswa kita jangan hanya bersaing di kancah kampus saja tetapi harus berani tampil bersaing di kancah nasional bahkan Internasional” ujarnya. Ia juga berharap para pengusaha yang hadir akan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada mahasiswa untuk bisa berwirausaha dengan baik.
Himmatul Miftah selaku Wakil Rektor III Bid. Kemahasiswaan juga turut mengatakan bahwa acara ini diharapkan menjadi ajang mengekspresikan diri dalam berwirausaha melalui karya.
Setelah melakukan presentasi, para juri memberikan komentar kepada para peserta yang telah tampil dan mengoreksi atas hasil yang telah mereka prediksi untuk bisa dijadikan sebagai Bisnis. Terdapat banyak komentar dan ilmu yang bisa didapatkan oleh peserta kontes dan peserta lain yang turut hadir sebagai pendukung sehingga dapat diterapkan dalam usaha bisnis yang akan dilakukan. Mulai dari analisis biaya, kerugian dan keuntungan yang akan didapatkan, dan keunikan dan ciri khas produk serta kelayakan nilai jual sehingga dapat dijadikan sebagai bisnis yang menghasilkan.
Pada akhir acara Annisa Chikal dan Kasmar Effendi selaku Master of Ceremony (MC) pada acara tersebut mengumumkan beberapa peserta yang menjadi juara mulai dari Harapan hingga juara Umum, dimana hasil tersebut merupakan nilai yang diberikan oleh para juri dari beberapa kategori yang dinilai. Peserta yang mendapatkan juara tingkat Mahasiswa pada posisi Favorit yaitu FISIP untuk produk CAPOSA/Candy Poly Saga dengan 1.170 poin. Untuk Harapan III berasal dari FIPHAL dengan 1.195 poin untuk Produk TAHUNA/Tahu Berwarna, pada Harapan II ada FEI dengan hasil1.205 poin untu produk ABAH/Abon Buah, dan Harapan I didapatkan oleh Faperta dengan hasil 1.260 poin untu produk The Bebegigs. Juara I pada tingkat mahasiswa ada FIPHAL untu produk De’Nahong dengan 1.290 poin, Juara II oleh FIPHAL dengan produknya Splash Bite atas hasil 1.280 poin, dan juara III didapatkan oleh FEI dengan hasil 1.280 poin untuk produknya Just Do it Chocotofu.
Pada tingkat siswa juara I didapatkan oleh SMAN 1 Cigombong dengan produknya Empal Gompal atas hasil poin 1.260, Juara II oleh MA Al-Fatah dengan produk Recycle Kulit Jeruk dan Minyak Jelantah dengan poin 1.210, dan SMK Amaliyah dengan produknya Brownies Coklat Mug dengan poin 1.145 poin sebagai juara III, sertajuara Favorit oleh SMKN I Bogor dengn produknya Sampah Menjadi Rupiah dengan poin 1.140.
Rektor Unida pun mengucapan selamat kepada pemenang dan finalis. “Konsep kompetisi disini bukan kompetisi untuk saling menjatuhkan, tetapi prosesnya menuju proses kebersamaan agar kita senantiasa menjadi lebih baik. Ada dua kata yang sebenarnya satu sama lain nyaris sama namun sedkit berbeda yang satu kreativeness dan satu lagi inovation. Kalau kreatif lebih ke arah kemampuan untuk menghasilkan ide atau gagasan yang baru sesuatu dan inovasi adalah pembuktian dari kreatif. (Rifa/Cikal)