KEMENRISTEKDIKTI BERSAMA Universitas Djuanda (UNIDA) SELENGGARAKAN KLINIK PENULISAN ARTIKEL ILMIAH NASIONAL

Ahmad Fadil - 10 Oct 2017

KEMENRISTEKDIKTI BERSAMA Universitas Djuanda (UNIDA) SELENGGARAKAN KLINIK PENULISAN ARTIKEL ILMIAH NASIONAL

Subdirektorat Fasilitasi Publikasi Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Djuanda Bogor (UNIDA) menyelenggarakan Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Nasional (07/09). Kegiatan yang di selenggarakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 05 sd 09 oktober dan bertempat di Onih Hotel yang hadiri sekitar 50 peserta yang berasal dari perwakilan Perguruan Tinggi Se-Indonesia. Di temui di lokasi penyelenggaraan, Ginung Pratidina, Dra.,M.Si selaku Direktur LPPM UNIDA menyampaikan bahwa “Kegiatan ini merupakan kegiatan kemenristekdikti, namun UNIDA di percaya untuk menjadi host atau pelaksana penyelenggaran kegiatan, kerjasama ini bukan pertama kali UNIDA jalani bersama Kemenristekdikti, namun sudah mulai terjalin dan berjalan di mulai dari tahun 2009. Setiap dosen memiliki kewajiban publikasi hasil penelitian, melalui Klinik Penulisan ini kemampuan dosen dapat lebih meningkat sehingga hasil luarannya bisa di terima jurnal-jurnal Nasional yang terakreditasi, di akhir acara klinik setiap peserta di minta komitmen sebagai bukti janji untuk mempublikasikan jurnal yang sudah di teliti, negara sudah memfasilitasi dan memberikan kemudahan untuk para peneliti dan juga tentunya output yang di hasilkan juga harus benar-benar serius dan maksimal”.

Pekerjaan dosen dan peneliti merupakan pekerjaan yang sangat terhormat dan mulia, sebuah keniscayaan apabila seorang dosen dan peneliti tidak melakukan sebuah publikasi penelitian dalam bentuk penulisan karya ilmiah, karena menulis itu bisa di katakan sebagai sarana menyebarkan ilmu pengetahuan serta sebuah kewajiban yang harus dilakukan, selain sebuah kewajiban untuk menulis dan mempublikasikan karya ilmiah tersebut. Seorang dosen dan peneliti di usahakan memiliki penelitian yang banyak seperti diakui dan di publikasikan dalam jurnal Nasional maupun Jurnal Internasional yang terakreditasi, karena hasil tulisan tersebut membuktikan proses distribusi pengetahuan benar-benar terjadi, pemerintah berkepentingan agar publikasi yang telah dilakukan selalu ada peningkatan, oleh karena itu pemerintah memfasilitasi dosen dan peneliti untuk bisa lebih produktif dalam menghasilkan karya tulis ilmiah dalam rangka peningkatan publikasi penelitian dan sebagai sarana distribusi ilmu pengetahuan, pemerintah sangat serius dalam hal peningkatan produktivitas publikasi karya ilmiah, buktinya pemerintah selalu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dalam rangka peningkatan produktivitas seperti sosialisai, pelatihan penulisan sampai dengan memberikan reward untuk dosen dan peneliti yang produktif dan ikut serta mempublish hasil penelitiannya.
“Menurut informasi dari korlap Dikti sekitar 4500 Perguruan Tinggi yang memiliki jumlah dosen sekitar 266.000 sementara publikasi Indonesia searang sudah lebih baik karena publikasi Indonesia menurut Indeks Internasional Bereputasi Global posisi Indonesia di ASEAN selalu saja terdapat di urutan mulai dari negara Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia Vietnam, dan Filipina. Namun, pada tahun 2017 tepatnya di bulan juli Indonesia sudah bisa menyalip Thailand. Permenristekdikti No 20 tahun 2017 mensyaratkan kebijakan tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor, dalam Pasal 4 (1) Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia, bagi Dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor Kepala harus menghasilkan: a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi; atau b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional, paten, atau karya seni monumental atau desain monumental, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. (2) Karya seni monumental/desain monumental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b harus diakui oleh peer review nasional dan disahkan oleh senat perguruan tinggi. (3) Ketentuan mengenai kriteria karya ilmiah dan karya seni monumental atau desain monumental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Dengan telah di luncurkannya SINTA (Science And Technology Index), SINTA adalah sebuah portal berisi pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi kinerja peneliti/penulis/author, kinerja jurnal, kinerja institusi Iptek untuk mendorong budaya publikasi ilmiah. SINTA sangat penting untuk dapat mempermudah penilai untuk dapat melihat karya ilmiah yang telah di publikasi oleh dosen atau peneliti. Kegiatan Klinik penulisan Artikel Ilmiah ini salah satunya adalah sebagai cara untuk dapat memotivasi dan memunculkan semangat penulis agar lebih produktif dalam mempublikasikan karya ilmiah yang telah di buat, serta memberikan peningkatan kapasitas pengetahuan tentang melakukan penelitian selalu di fokuskan untuk publikasi dan sarana distribusi ilmu pengetahuan, karena dahulu seorang peneliti jarang terpikir setelah melakukan penelitian hanya sekedar meneliti tanpa publikasi, dalam kegiatan ini kita paparkan bagaiman cara dan memunculkan gagasan dalam menulis sampai dengan trik-trik memilih Jurnal dalam rangka memperbaiki hasil penulisan. Terselenggaranya kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Kemenristekdikti bersama UNIDA selaku mitra pelaksana kegiatan klinik penulisan Artikel Ilmiah Nasional, di pilihnya UNIDA sebagai pelaksana kegiatan di karenakan hubungan relasi yang baik dan juga dikenalnya UNIDA di Kemenristekdikti hal tersebut merupakan nilai plus untuk UNIDA“. Ujar Aldi Haryadi selaku Kasubdit Fasilitas Publikasi Ilmiah Kemenristekdikti.