Menristekdikti : Kompetensi Harus Sesuai Kebutuhan Industri Dengan Model “University-Industry Partnership”

Ahmad Fadil - 10 Mar 2018

Menristekdikti : Kompetensi Harus Sesuai Kebutuhan Industri Dengan Model “University-Industry Partnership”

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia. Begitu pula dunia industri mengalami hal yang sama. Kini, tantangan semakin berat sebab dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Indonesia pun terkena dampak dari revolusi industri tersebut. Perkembangan teknologi semakin canggih. Pola gerak industri mulai menekankan pada pola ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan teknologi robotik.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan untuk menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi dituntut untuk bisa menghasilkan lulusan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri. Revolusi digital ditandai dengan disrupsi digital yang harus disikapi. Untuk bisa bertahan dari revolusi ini, diperlukan kesiapan sumber daya manusia. Revolusi industri 4.0 juga membutuhkan sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada Kuliah Umum dan Peresmian Gedung Grha INSTIPER (7/3). Acara ini dihadiri juga oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Ali Gufron, Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi, Ketua APTISI DIY Kasiyarno, dan Civitas Akademika Lainnya.

Sumber berita Universitas Djuanda : https://ristekdikti.go.id/menristekdikti-kompetensi-harus-sesuai-kebutuhan-industri-dengan-model-university-industry-partnership-2/