UNIDA adakan Workshop Peningkatan Mutu Penelitian

Ahmad Fadil - 13 Feb 2018

UNIDA adakan Workshop Peningkatan Mutu Penelitian

Dalam rangka memeriahkan milad UNIDA ke-31 serta meningkatkan kualitas dan kompetensi Insan akademik Universitas Djuanda Bogor (UNIDA), khususnya dalam bidang penelitian yang pada hasil akhirnya dapat dijadikan sebagai output yang bemanfaat dan dapat di terapkan dalam kehidupan masyarakat (09/2). UNIDA sebagai Instansi yang mengedepankan kualitas dalam aspek pancadharma (pendidikan, penelitian, pengabdian, profesionalitas, dan ketauhidan) perguruan tinggi menyelenggarakan kegiatan “workshop peningkatan mutu penelitian dan pengabdian dosen tahun 2018” yang bertempat di aula gedung C UNIDA.
Rangkaian kegiatan terbagi dalam beberapa sesi penyampaian materi yang masing-masing menjelaskan tentang prosedur ataupun teknis dalam proses peningkatan mutu penelitian yang bersifat jelas dan tajam sehingga audiens selaku dosen dapat memperoleh penjelasan yang sangat bermanfaat dan diperlukan dalam proses proposal penelitian yang akan diajukan melalui Ristekdikti. “Diharapkan dalam waktu yang akan datang, kita dapat meningkatkan kualitas penelitian, bukan hanya dari segi kuantitas saja namun juga dari segi kualitas yang menjadi prioritas utama kami ”. Ujar Ginung Pratidina selaku ketua pelaksana workshop sekalgus direktur LPPM UNIDA dalam sambutannya.
Selain membahas tips dan trik untuk menghasilkan peneliatian yang berkualitas, acara ini juga mendatangkan tiga pemateri, yang diantaranya 2 pemateri berasal dai internal serta 1 pemateri dari eksternal, pemateri internal UNIDA yaitu Ketua Pembina Yayasan PSPIAI, Dr. H. Martin Roestamy, SH.,MH yang menyampaikan materi “Hilirisasi Penelitian” dan Dede Kardaya selaku Rektor Universitas Djuanda Bogor yang menyampaikan materi berkenaan dengan “Strategi Pemenangan Proposal Hibah Kompetitif Nasional”, sedangkan pemateri eksternal yaitu Bintang Oktaviani Subekti yang berasal dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyampaikan materi berkenaan dengan “Teknis Praktik Mendaftar HKI”.
“kita harus mempunyai indikator yang menarik,mudah untuk mendapatkannya,harus dengan skill pemerintah,menyenangkan orang dan hemat”. Papar Martin Reostamy dalam penyampaian materi. Sebagai pemateri dari luar, Bintang oktaviani tidak hanya menyampaikan bagaimana cara mendaftar HKI,tetapi juga beliau memberi penjelasan apa saja keuntungan dari mendaftar hak cipta, jangka waktu hak cipta dan lainnya yang bersifat informatif bagi dosen peneliti yang hendak menjadikan penelitian mereka menjadi bahan ajar yang berbentuk buku, jurnal nasional maupun internasional. Selain 3 pemateri sebelumnya,pada sesi kedua,acara tersebut dilanjutakan lagi dengan 3 pemateri selanjutnya,diantaranya Rita Rahmawati dengan materi “Strategi Pemenangan Proposal Hibah Desentralisasi Tahun Pembiayaan 2019”, H.Annas Alhifni yang menyampaikan materi “Strategi Menembus Jurnal Internasional”, dan pemateri terakhir disampaikan oleh Dede Sudrajat dengan menyampaikan materi “Pembuatan Draft HKI”.