Universitas Djuanda (UNIDA) KEDATANGAN PROFESOR UNIVERSITAS KEBANGSAAN MALAYSIA

Ahmad Fadil - 14 Nov 2017

Universitas Djuanda (UNIDA) KEDATANGAN PROFESOR UNIVERSITAS KEBANGSAAN MALAYSIA

Universitas Djuanda Bogor Mengadakan Studium Generale dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) melalui visiting profesor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia di sektor Industri Kelapa Sawit antara Indonesia dan Negeri Jiran Malaysia. Panitia pelaksana sekaligus Wakil Rektor I, Rita Rahmawati mengemukakan bahwa acara ini merupakan kunjungan balasan yang di lakukan UNIDA sebelumnya dan di harapkan akan terdapat program lanjutan yang bisa dilaksanakan dalam bentuk kerjasama, serta dalam kegiatan ini membahas berbagai macam aspek di antaranya adalah membahas tentang pengembangan, pemberdayaan, pengolahan, dan kesempatan peningkatan ekonomi dari sektor Industri Kelapa sawit. Terdapat beberapa point yang menjadi fokus pembahasan permasalahan seperti penanganan limbah kelapa sawit dan pengembangan sisi ekonomi.
Selain itu kegiatan ini terbagi dua sesi, untuk sesi pertama di lakukan pada pagi hari dan di benuk dalam Forum Group Discussion peruntukan bagi dosen karena membahas mengenai penelitian yang berkenaan dengan sawit sehingga membahas berkenaan dengan isu permasalahannya, untuk sesi kedua di laksanakan dalam bentuk Studium Generale yang di hadiri oleh mahasiswa dan seluruh Insan UNIDA. Ada kegiatan lanjutan yang akan kami rancang dalam MoU untuk kegiatan kedepan yaitu dalam bidang Students Interaction, Teaching Staff Interaction, Academic and cultural exchange, Educational and academic information/material exchange, collaborative research and joint academic meetings, Entrepreneurship and copyright product development, joint academic publication, dan yang terakhir adalah joint conference. Point-point tersebut akan di jabarkan tiga narasumber dari pusat pengkajian komunikasi, perserikatan dan sosial malaysia.
Prof. madya Dr. Novel Ak Lydon mengatakan “pengembangan Industri kelapa sawit masih terkendala teknis pengelolaan limbah, serta dampak pengaktifan lahan. Dari sisi ekonomi memang sangat menunjang, namun kita juga harus memikirkan dampak negatif kepada lingkugan dari pengembangan Industri kelapa sawit” tuturnya. Saat ini Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun yang sangat berpotensi menghasilkan industri sawit terbesar di wilayah Asia Tenggara. Maka dari itu kita harus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pengelolaan limbah industri sawit.
Rektor UNIDA Dede Kardaya menyebut , tidak menutup kemungkinan ke depan pihaknya bisa melakukan dorongan dalam bidang akademis sains untuk pengelolaan industri kelapa sawit. Kajian bisa dilakukan dengan cara observasi serta penelitian, terlebih saat ini UNIDA sendiri menempati posisi 49 dari seluruh perguruan tinggi se- Indonesia