UNIVERSITAS DJUANDA (UNIDA) SIAPKAN PEMUDA INDONESIA SEBAGAI GARDA TERDEPAN MENGHADAPI BAHAYA LATEN KOMUNIS DAN IMPERIALISME MELALUI KULIAH PERDANA

Ahmad Fadil - 16 Sep 2017

UNIVERSITAS DJUANDA (UNIDA) SIAPKAN PEMUDA INDONESIA SEBAGAI GARDA TERDEPAN MENGHADAPI BAHAYA LATEN KOMUNIS DAN IMPERIALISME MELALUI KULIAH PERDANA

Pelaksanaan kuliah perdana UNIDA yang dilaksanakan bertempat di masjid Raya Al-Amaliyah(16/09). kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Rektor, Wakil Rektor, Dekan, wakil Dekan, Dosen beserta Mahasiswa . Materi kuliah perdana bertajuk megenai “Islam dan Pemuda Indonesia Garda Terdepan Menghadapi Bahaya Laten Komunis dan Imperialisme”.

Dalam sambutannya Martin Roestamy selaku Ketua Pembina YPSPIAI Mengutip potongan lirik lagu Hymne UNIDA “Menuntut Ilmu di dalam ibadah, mengemban amanah jadi khalifah. Kita semua disiapkan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, persiapkan masa depan kalian dengan potensi yang kalian miliki“.

Kegiatan tersebut menghadirkan 2 narasumber yaitu dr.Meifianaz, MBA Selaku Tim Dokter Achmad Mediana yang menyampaikan secara khusus mengenai kesehatan untuk para pemuda khususnya Mahasiswa UNIDA sebagai Pemimpin di masa depan. Narasumber yang kedua adalah Ambassador Hazairin Pohan, SH.,MA Selaku Duta Besar Republik Indonesia Untuk Polandia periode 2006-2010, beliau menyampaiakan materi dengan tema kecil Kembalikan Indonesiaku. “Islam adalah agama mayoritas penduduk nusantara. Oleh karena itu, negeri ini tidak boleh merugikan umat islam, bakan perlu diarahkan untuk memberikan perlakuan khusus, terutama bagi penduduk yang tertinggal pembangunannya baik sosial, politik maupun ekonomi. NKRI, Pancaila, UD 1945, dan kedudukan istimewa sebagai agama mayoritas penduduk adalah jati diri kita. Adanya NKRI karena Islam, adanya Pancasila Pancasila juga karena karena Islam, adanya UUD 1945 dan proklamasi yang melandasinya juga karena perjuangan dan kebesaran jiwa tokoh dan umat. Kebhinekaan bangsa, merupakan pengakuan dari umat Islam terhadap kehadiran dan hak-hak melekat saudara-saudaranyayang berasal dari agama yang berbeda. Secara bersama-sama marilah kita berjuang untuk mengembalika Indonesia kita sebagaimana telah diwariskan oleh nenek moyang kita, dan ditegaskan oleh para pendiri negara dan pimpinan kita. Inilah khittah kita sebagai umat Islam, dan harapan yang kita tempatkan di pundak generasi muda Islam Indonesia. Insya Allah, dengan semangat tinggi, integritas, iman, dan taqwa serta konsistensi maka tujuan mulia sebagaimana diamanahkan oleh nenek moyang maupun para pendiri negara ini akan bisa dicapai” ujar Hazairin Pohan dalam pemaparannya.