FAIPG UNIDA Adakan Seminar Motivasi dan Bedah Buku, Dorong Santri Siap Hadapi Transformasi Digital
Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) mengadakan Seminar Motivasi berjudul “Santri dan Pendidikan Tinggi: Membentuk Masa Depan di Tengah Transformasi Digital” serta acara bedah buku tentang “Manajemen Sekolah” dan “An Nahwu an Nadhory” pada hari Senin (20/04/2026). Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-39 UNIDA.
Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FAIPG, Dr. Abdul Kholik, S.Pd., M.Pd.I. Hadir sebagai pembicara untuk ulasan buku adalah dosen FAIPG UNIDA Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd dan Didin Syamsudin, S.Pd., M.M.Pd, serta pembicara seminar motivasi, Mhd. Maliki, S.Pd., M.Pd. Acara ini dihadiri oleh siswa, pelajar SMA, dan mahasiswa dari berbagai daerah.
Dalam pidatonya, Dekan FAIPG UNIDA, Dr. Abdul Kholik, S.Pd., M.Pd.I, mengungkapkan harapannya agar acara seminar dan ulasan buku ini tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi, tetapi juga momentum yang berarti untuk pengembangan wawasan bagi semua peserta.
Dr. Abdul Kholik, S.Pd., M.Pd. Saya menekankan bahwa kegiatan seperti ini adalah fondasi yang penting dan berharap dapat membuka jaringan kolaboratif serta menginspirasi semua pihak yang terlibat.
Dalam sesi seminar motivasi, Mhd. Maliki, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa perubahan di dunia saat ini terjadi secara eksponensial, jauh melampaui pola perubahan bertahap. Kondisi ini menuntut lembaga pendidikan untuk dapat dengan cepat beradaptasi dengan perkembangan digital.
"Teknologi adalah alat, serta faktor yang membentuk pola pikir." Masa depan harus tetap dibentuk oleh kita," katanya.
Mhd. Maliki, S.Pd., M.Pd juga mendorong peserta untuk memiliki tujuan hidup yang jelas dan mengasah keterampilan analitis mereka dalam menghadapi arus informasi yang semakin kompleks. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya iman sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, dengan mengutip firman Allah SWT tentang perubahan yang dimulai dari diri sendiri.
Sementara itu, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd, dalam presentasinya, menjelaskan konsep manajemen sekolah, yang mencakup manajemen sistematis pendidik dan tenaga kependidikan. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, evaluasi yang berkelanjutan, dan pengembangan program yang relevan dengan kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan.
Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd juga menjelaskan tentang manajemen kurikulum sebagai pedoman utama dalam proses pembelajaran. Melalui program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Manajemen Pendidikan, UNIDA berkomitmen untuk mendukung pengembangan pendidik melalui proses rekrutmen, seleksi, penempatan, dan pengembangan.
"Diharapkan para pendidik dapat merancang program kerja yang memiliki dampak nyata bagi alumni dan berfungsi sebagai instrumen untuk meningkatkan akreditasi sekolah," katanya.
Pada sesi berikutnya, Didin Syamsudin, S.Pd., M.M.Pd meninjau buku "An Nahwu an Nadhory" sebagai tanggapan terhadap tantangan dalam mempelajari Nahwu. Ia mengidentifikasi tiga masalah utama, yaitu kompleksitas i’rab dalam menentukan vokal akhir sebuah kata, perbedaan dalam struktur bahasa Arab dan Indonesia, serta penguasaan kosakata yang terbatas.
Didin Syamsudin, S.Pd., M.M.Pd menjelaskan bahwa ilmu Nahwu lahir dari kebutuhan untuk menjaga ketepatan tata bahasa Arab, yang kemudian dirumuskan secara sistematis oleh para ulama. Mengingat bahwa sumber utama pengetahuan Islam menggunakan bahasa Arab, penguasaan Nahwu menjadi aspek yang sangat penting.
"Saya berharap buku ini dapat membantu siswa dan mahasiswa untuk lebih antusias dalam belajar bahasa Arab," katanya menutup.