[email protected] 0251-8240773
Berita

FISIP UNIDA Gelar Kurma & Onta Pekan ke-2, Bahas Integritas Sosial di Bulan Ramadhan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menggelar kegiatan Kurma & Onta (Kuliah Ramadhan dan Obrolan Ketaqwaan) pada Jumat (6/3/2026) bertepatan dengan 16 Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Integritas Sosial di Bulan Ramadhan” ini dilaksanakan di BYC Library UNIDA serta disiarkan secara langsung melalui Instagram FISIP UNIDA dan kanal YouTube Commap TV.

Kegiatan Kurma & Onta pekan kedua ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan dosen FISIP UNIDA, yakni Gofridus Goris Seran, Drs., M.Si, Dra. Sukarelawati, M.Si, dan Maria Fitriah, S.Sos., M.Si. Diskusi dipandu oleh Robby Firliandoko, Amd., S.I.Kom., M.Si selaku moderator.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNIDA yang pada kesempatan ini diwakili oleh Wakil Dekan Non Akademik FISIP Irma Purnamasari, S.Sos., M.Si menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

“Kami berharap tausyiah dari para narasumber pada kegiatan Kurma & Onta ini dapat memberikan manfaat serta berdampak positif bagi kita semua, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai integritas di bulan Ramadhan. Terima kasih juga kepada panitia yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Dra. Sukarelawati, M.Si membahas pentingnya keselarasan dalam komunikasi untuk membangun integritas sosial. Ia menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan telah dibekali kemampuan yang membedakannya dari makhluk lain.

“Manusia dianugerahi akal, hati, dan budi. Akal membantu kita membedakan benar dan salah, sementara budi menuntun kita menilai baik dan buruk. Namun dalam praktiknya, manusia sering menghadapi dilema, misalnya ketika seseorang mengatakan berbohong demi kebaikan. Pertanyaannya, apakah kebohongan bisa dibenarkan? Tentunya tidak seperti itu,” jelasnya.

Selanjutnya, Gofridus Goris Seran, Drs., M.Si memaparkan tentang pentingnya kerja sama dalam membangun tata kelola organisasi yang baik (governance). Menurutnya, setiap unsur dalam organisasi memiliki peran yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama.

“Dalam sebuah organisasi terdapat berbagai peran, mulai dari pimpinan fakultas, program studi, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni. Semua unsur tersebut harus bekerja sebagai satu tim untuk mencapai visi yang sama,” ungkapnya.

Gofridus Goris Seran, Drs., M.Si juga menyinggung nilai-nilai spiritual dalam Al-Qur’an, salah satunya yang tercantum dalam Surat As-Sajdah ayat 7–8, yang mengingatkan manusia tentang asal-usul penciptaannya sebagai bentuk refleksi untuk menjaga integritas dalam kehidupan.

Pada sesi terakhir, Maria Fitriah, S.Sos., M.Si menyoroti pentingnya integritas sosial di tengah berbagai fenomena krisis komunikasi di masyarakat, salah satunya maraknya perundungan (bullying).

“Perundungan terjadi ketika seseorang merasa lebih kuat, lebih benar, atau lebih tinggi kedudukannya dibandingkan orang lain. Hal ini menunjukkan adanya dominasi kekuasaan yang merugikan pihak yang lebih lemah,” jelasnya.

Menurutnya, momentum Ramadhan seharusnya menjadi waktu untuk memperkuat pengendalian diri, menumbuhkan empati, serta memperbaiki kualitas hubungan sosial.

“Ramadhan mengajarkan kita untuk mengendalikan diri dan meningkatkan empati. Nilai-nilai ini penting agar interaksi sosial kita, baik di rumah, di masyarakat, maupun di tempat kerja, dapat terjalin dengan lebih baik,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama serta buka puasa bersama yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa FISIP UNIDA.