Majelis Dhuha UNIDA Hadirkan Dr. Patrialis Akbar, Angkat Tema Nilai Kepemimpinan Islam dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Dr. H. Patrialis Akbar, S.H., M.H., Hakim Mahkamah Konstitusi RI periode 2013–2017 sekaligus tokoh nasional di bidang hukum Islam, hadir sebagai narasumber dalam Majelis Dhuha Universitas Djuanda (UNIDA) pada Jumat (16/5/2025). Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Pencerahan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Perguruan Tinggi dalam Perspektif Islam”, beliau menyampaikan ceramah tentang pentingnya keteladanan Rasulullah SAW dalam kepemimpinan serta urgensi pemahaman terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia.
Majelis Dhuha yang rutin dilaksanakan ini diinisiasi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) UNIDA, dan kali ini dirangkaikan dengan Tasyakur Walimatus Safar bagi Insan UNIDA yang akan menunaikan ibadah haji. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Baitul Hamdi UNIDA dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Dr. Patrialis Akbar menjelaskan struktur lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar 1945, mulai dari kekuasaan eksekutif, legislatif, hingga yudikatif. Ia menekankan bahwa pemimpin di semua lini pemerintahan, baik pusat maupun daerah harus menjalankan amanah dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, yakni jujur (shiddiq), amanah, tabligh, dan fathanah.
Ia juga menyoroti bahwa lembaga negara seperti Presiden, DPR, DPD, MA, MK, dan lainnya memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan kekuasaan negara. Namun, menurutnya, yang lebih utama adalah bagaimana pemimpin dalam lembaga-lembaga tersebut mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam tugas dan tanggung jawabnya.
"Pemimpin itu harus menjadi teladan bagi rakyatnya, memiliki akhlak mulia, dan menempatkan tauhid sebagai landasan dalam mengambil kebijakan. Keteladanan Rasulullah SAW adalah contoh sempurna dalam kepemimpinan. Ini relevan dengan sistem ketatanegaraan kita, yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan," tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap budaya bertauhid yang diterapkan di UNIDA, seperti pembiasaan salat berjamaah dan penguatan karakter islami. Menurutnya, UNIDA merupakan contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam mencetak generasi pemimpin yang berlandaskan nilai keislaman.
“UNIDA menjadi role model dalam menerapkan budaya tauhid. Budaya ini penting untuk ditanamkan sejak mahasiswa, agar ketika mereka menjadi pemimpin kelak, nilai-nilai itu tetap menjadi pegangan,” ujarnya.