Perkuat Komunikasi Digital, UNIDA Gelar Pelatihan Digital Marketing sebagai Upaya Optimalisasi Media Sosial dan Website
Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Biro Humas, Protokoler dan Marketing menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing guna meningkatkan kemampuan pengelolaan komunikasi digital. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting ini diikuti oleh para pengelola website dan media sosial di tingkat fakultas. Hadir sebagai narasumber Acep Muhamad Rusman, S.I.Kom., M.I.Kom. selaku Kepala Biro Humas, Marketing, dan Protokoler serta Ahmad Royani, S.I.Kom Kepala Bagian Pengelolaan Website, pelatihan tersebut bertujuan memperkuat strategi publikasi dan promosi institusi melalui pemanfaatan media digital.
Pada sesi materi pertama, Acep Muhamad Rusman, S.I.Kom., M.I.Kom. menyampaikan materi bertema “Optimalisasi Pengelolaan Media Sosial dan Website dalam Mendukung Komunikasi Digital Terintegrasi.” Ia menekankan bahwa pengelolaan media sosial dan website harus dilakukan secara strategis dan berkelanjutan.
“Media sosial dan website bukan hanya sekadar sarana publikasi, tetapi juga menjadi wajah institusi di ruang digital. Karena itu, pengelolaannya harus terencana, konsisten, dan terintegrasi agar pesan yang disampaikan dapat menjangkau audiens secara lebih luas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa konsistensi dalam produksi konten, pemanfaatan data analitik, serta kolaborasi antarunit kerja menjadi kunci dalam membangun komunikasi digital yang efektif.
“Institusi perlu memiliki strategi konten yang jelas dan memanfaatkan data dari setiap platform digital untuk mengetahui kebutuhan audiens. Dengan begitu, informasi yang disampaikan akan lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Sementara itu, pada sesi materi kedua Ahmad Royani, S.I.Kom. menyampaikan materi bertema “Pelatihan Praktis Pengelolaan Web dan Pembuatan Rilis Berita.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya kemampuan teknis dalam mengelola website serta menyusun rilis berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.
“Website institusi harus dikelola secara aktif dan diperbarui secara berkala agar tetap relevan dan informatif bagi publik,” kata Ahmad Royani.
Lebih lanjut Ahmad Royani, S.I.Kom menekankan bahwa rilis berita yang baik harus memuat informasi yang faktual, jelas, dan menarik sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca maupun media.
“Penulisan rilis berita harus mengikuti prinsip jurnalistik seperti unsur 5W+1H, menggunakan bahasa yang lugas, serta menyajikan informasi yang memiliki nilai berita,” jelasnya.
Kegiatan pelatihan ini diakhiri dengan sesi diskusi, dan tanya jawab antara peserta dan narasumber yang membahas berbagai praktik pengelolaan media digital.