[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Simbol Penghormatan Kepada Tamu dalam Tradisi Masyarakat Minangkabau, Warga Jorong Batunanggai Sambut Tim Mahasiswa Berdampak UNIDA dengan Tarian Adat “Tambuah”

Momentum terjalinnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat, Warga Jorong Batunanggai, Sumatera Barat, sambut kedatangan Tim Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. Melalui prosesi adat Tarian “Tambuah” yang berlangsung di Lapangan Dasa Wisma Melati 1, Sabtu (14/2/2026). Tarian Adat “Tambuah” yang ditampilkan merupakan simbol semangat kebersamaan, kekompakan, serta penghormatan kepada tamu dalam tradisi masyarakat Minangkabau.

Penyambutan tersebut diselenggarakan oleh warga Jorong Batunanggai sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengenalan budaya lokal kepada mahasiswa yang akan melaksanakan program pengabdian di wilayah tersebut. Wali Jorong Batunanggai, Jay, menyampaikan bahwa penyambutan secara adat merupakan wujud penerimaan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa.

“Kami menyambut baik kedatangan Mahasiswa Berdampak dari Universitas Djuanda di Jorong Batunanggai. Melalui penyambutan dengan Tarian Adat ‘Tambuah’, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat menerima kehadiran mahasiswa dengan penuh rasa hormat dan kekeluargaan. Semoga kebersamaan ini menjadi awal kerja sama yang baik selama pelaksanaan program di nagari kita,” ujarnya.

Selain melalui pertunjukan tari, sebagai wujud kebersamaan dan upaya mempererat tali silaturahmi, dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai makanan khas daerah beserta makna dan keunikannya.

Salah satu warga, Ariani, mengaku bangga dapat memperkenalkan budaya daerah kepada para mahasiswa.

“Kami merasa bangga bisa memperkenalkan budaya daerah, khususnya Tarian ‘Tambuah’, kepada adik-adik mahasiswa. Kegiatan makan bersama dan pengenalan makanan khas juga membuat suasana semakin akrab. Semoga mahasiswa betah dan dapat berbaur dengan masyarakat selama berada di Jorong Batunanggai,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Djuanda, Miranda, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat.

“Kami sangat terkesan dengan sambutan hangat dari masyarakat Jorong Batunanggai di Sumatera Barat. Penampilan Tarian Adat ‘Tambuah’ dan kebersamaan saat makan bersama menjadi pengalaman berharga bagi kami. Kegiatan ini membuat kami semakin memahami dan menghargai budaya lokal serta termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas terlaksananya penyambutan yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung program pemulihan pascabencana serta pelestarian budaya lokal di Jorong Batunanggai.