Tausiyah Milad ke-39 UNIDA Hadirkan Ustadz Koh Dennis Lim, Ajak Generasi Muda Teguhkan Nilai Diri Melalui Penguatan Iman
Dalam rangkaian memperingati Milad ke-39, Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kegiatan tausiyah dan diskusi interaktif bersama Ustadz Koh Dennis Lim pada Selasa (14/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Hamdi UNIDA ini diikuti oleh Insan UNIDA, pelajar SLTA, hingga masyarakat umum, serta disiarkan secara langsung melalui kanal UNIDA TV.
Mengusung tema “Define Your Value through Your Iman: Menggapai Dunia Meraih Akhirat”, acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan karakter bagi mahasiswa di tengah dinamika kehidupan saat ini.
Ketua Pelaksana Milad ke-39 UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E menyampaikan bahwa kegiatan tausiyah ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Menurutnya, kehadiran narasumber inspiratif diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi para generasi muda dalam memaknai kehidupan, baik dalam konteks akademik maupun personal.
“Strengthening faith is an essential foundation in shaping resilient and principled individuals who are able to face various challenges of the times. Through this activity, the younger generation is expected to reflect on themselves and embrace the values of monotheism as a guiding principle in every aspect of life, both in academic settings and in society,” she stated.
Sementara itu dalam tausiyahnya, Ustadz Koh Dennis Lim menekankan pentingnya menjadikan iman sebagai dasar dalam menentukan nilai diri. Ia mengajak peserta untuk tidak menjadikan standar dunia sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Ustadz Koh Dennis Lim kemudian menjelaskan bahwa banyak individu yang terjebak dalam pencarian pengakuan eksternal, sehingga kehilangan arah dan makna hidup. Menurutnya, iman memberikan kompas yang menuntun seseorang dalam mengambil keputusan serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kita harus berani mendefinisikan nilai diri berdasarkan iman, bukan semata penilaian manusia. Ketika iman menjadi pusat, maka setiap langkah akan memiliki tujuan yang jelas, yaitu meraih ridha Allah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ustadz Koh Dennis Lim memaparkan bahwa keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat dapat dicapai melalui niat yang lurus serta konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan.
Kegiatan yang dipandu oleh dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG), Muhammad Kafnun Kafi, M.Pd sebagai moderator ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang membuka ruang tanya jawab.
Di akhir, Ustadz Koh Dennis Lim mendorong para generasi muda untuk memanfaatkan masa muda sebagai fase pembentukan karakter dan menjaga nilai keimanan di era digital.