[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Tim Mahasiswa Berdampak UNIDA Perkuat Pembelajaran Keagamaan Anak di MDTA Terdampak Bencana Batunanggai

Tim Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026, laksanakan kegiatan Penguatan Pembelajaran Keagamaan bagi anak-anak di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) wilayah terdampak bencana di Jorong Batunanggai. Program ini menjadi program rutin mulai (04/02/2026) dan akan ada selama program pengabdian berjalan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pendidikan dan pembinaan spiritual anak-anak yang terdampak bencana, khususnya dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran agama.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Tim PMM dengan narasumber dari anggota Mahasiswa Berdampak. Dalam situasi pascabencana, berbagai aspek kehidupan masyarakat mengalami gangguan, termasuk pendidikan. Anak-anak menjadi kelompok yang rentan mengalami penurunan semangat belajar dan kondisi psikologis yang belum stabil. Madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal memiliki peran penting dalam membina karakter dan pemahaman agama. Oleh karena itu, pendampingan pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan dinilai sangat dibutuhkan.

Tiara salah satu anggota TIM PMM Mahasiswa Berdampak yang terlibat menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim mahasiswa, pengurus madrasah diniyah, dan tokoh masyarakat setempat untuk menyusun jadwal pembelajaran rutin. Selanjutnya, dilakukan sesi perkenalan guna membangun kedekatan dengan para santri.

Pada tahap inti, pembelajaran dilaksanakan dalam beberapa pertemuan dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. Materi meliputi baca tulis Al-Qur’an, hafalan doa-doa harian dan surat pendek, praktik ibadah seperti wudhu dan salat, serta penanaman akhlak melalui kisah nabi dan rasul. Metode yang digunakan antara lain ceramah singkat, demonstrasi, praktik langsung, tanya jawab, serta permainan edukatif agar suasana belajar tetap interaktif dan menyenangkan.

Wali Jorong Batunanggai Jay, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut program ini sangat membantu dalam memulihkan semangat belajar dan kondisi mental anak-anak setelah bencana serta berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Program seperti ini sangat membantu memulihkan semangat belajar dan kondisi mental anak-anak setelah bencana. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di wilayah kami.” ungkapnya

Senada dengan itu, Guru Madrasah Diniyah, Ifna, menilai kehadiran mahasiswa memberikan tambahan tenaga pengajar sekaligus variasi metode pembelajaran yang membuat santri lebih antusias.

“Kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah tenaga pengajar, tetapi juga menghadirkan variasi metode pembelajaran yang membuat para santri lebih antusias dan semangat mengikuti kegiatan.” Jelasnya

Salah satu santri tingkat tiga, Anisa, mengaku senang karena pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan membuatnya semakin termotivasi belajar agama.

“Saya senang sekali karena belajarnya jadi lebih menyenangkan. Kakak-kakak mengajarnya seru, jadi saya makin semangat belajar agama.”ungkapnya

Sebagai mahasiswa Tiara menilai bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan spiritual masyarakat terdampak bencana.

“Kegiatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang sangat bermakna bagi kami. Ini adalah bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan spiritual masyarakat terdampak bencana.” pungkasnya