Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Pendidikan 12 Tahun, Mahasiswa KKN-T FAIPG UNIDA Adakan Seminar Pendidikan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik
(KKN-T) Fakultas Agama Islam dan
Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Seminar
Pendidikan dengan tema “Pentingnya Pendidikan 12 Tahun” yang dilaksanakan di MI
At-Taufiq Ciletuh 05/01 Cipayung Girang, Megamendung, Kabupaten Bogor pada
Jumat, 15 Agustus 2023. Kegiatan tersebut diisi oleh Dosen FAIPG UNIDA, Hanrezi
Dhania Hasnin, S,Pd., M.Si.
Seminar tersebut diikuti oleh orang tua
siswa di MI At-taufiq, orang tua siswa Paud SPS Mentari serta masyarakat
kampung Ciletuh.
Seminar Pendidikan ini dilaksanakan ralam
rangka meningkatkan kesadaran masyarakat
tserhadap pentingnya pendidikan dan bertujuan untuk membantu menumbuhkan dan
meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penting nya pendidikan , memotivasi
para orang tua untuk bersemangat dalam memfasilitasi anak untuk terus
melaksanakan pendidikan, membantu menncerdaskan dan mengembangkan potensi dalam
diri anak bangsa. Dengan wajib belajar 12 tahun dapat menumbuh kembangkan
setiap individu menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta meningkatkan
kualitas daya saing bangsa.
Nur Arifin Hidayad selaku Ketua Pelaksana
Seminar dalam sambutannya menyatakan bahwasanya seminar ini diadakan dengan
tujuan untuk memotivasi para masyarakat desa dan juga sebagai sarana untuk
belajar bersama mengenai pentingnya pendidikan 12 tahun bagi anak-anak kita
semua agar kita terus istiqomah mendukung dan menyemangati diri beserta
anak-anak untuk terus rajin sekolah dan juga tidak putus sekolah.
Kepala Sekolah MI At-taufiq, Eneng
menyatakan hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan karena baru kali ini
ada mahasiswa yang peduli dengan pendidikan anak-anak hingga membuat acara
seminar dengan masyarakat sekitar untuk menumbuhkan kesadaran orang tua akan
pentingnya pendidikan bagi anak-anak dan mengurangi angka putus sekolah di desa
ini.
Selanjutnya, Enda Wijaya selaku Kasie
Pemerintah Desa Cipayung Girang menyatakan bahwasanya pendidikan merupakan
aspek yang penting bagi perkembangan dan masa depan anak.
“Akses pendidikan saat ini sudah banyak
yang difasilitasi negara sehingga faktor ekonomi bukanlah sebuah alasan anak
putus sekolah bahkan bagi anak-anak yang terlanjur sudah putus sekolah, desa
sudah bekerja sama dengan PKBM setempat agar anak bisa melanjutkan sekolah dan
mendapatkan ijazah sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, Hanrezi Dhania Hasnin,
S.Pd., M.Si selaku narasumber dalam paparan materinya menyatakan bahwa
pendidikan tidak hanya melulu tentang akademik namun juga non akademik.
Sehingga sekolah bukan hanya wadah untuk anak menjadi pintar wawasannya namun
juga terdidik adabnya, perkataannya, dan perbuatannya. Pendidikan merupakan hal
yang terpenting untuk membangun bangsa manusia yang beradab, unggul, dan
berkarakter untuk menuju bangsa dan negara yang maju.
“Maka, hal yang dapat kita lakukan adalah
dengan menguatkan Azzam, miliki informasi, semangati diri dan semangati anak
anak, awasi pergaulan anak- anak, dan bertawakal kepada Allah,” ungkapnya.