UNIDA Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Budaya Al-Qur’an di Lingkungan Kampus
Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kegiatan Peringatan Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim di Masjid Baitul Hamdi UNIDA pada Jumat (6/3/2026), bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 H. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, santri, serta keluarga besar Perguruan Amaliah.
Acara diawali dengan pelaksanaan shalat Ashar berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nariyah yang dipimpin oleh Dr. Saddam Husein, S.H., M.H., Al-Hafizh.
Selain menjadi momentum penguatan nilai ketauhidan, kegiatan ini turut diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial serta upaya menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan kampus.
Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.
“Al-Qur’an adalah sumber inspirasi bagi orang-orang beriman. Di dalamnya terdapat begitu banyak pelajaran yang dapat menjadi bekal hidup. Karena itu, jangan pernah bosan untuk terus menempatkan Al-Qur’an di hati kita dengan membaca, mengkaji, dan mempelajarinya sepanjang hayat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa UNIDA terus mendorong penguatan budaya mengkaji Al-Qur’an di lingkungan kampus melalui berbagai kegiatan keilmuan dan pembinaan spiritual.
“Kajian Al-Qur’an akan terus kita tingkatkan, mulai dari civitas akademika, tenaga kependidikan, hingga para dosen. Kita akan membangun halaqah-halaqah agar pembelajaran Al-Qur’an lebih terukur. Semoga Al-Qur’an menjadi cahaya yang menemani kita dan memberi syafaat kelak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia (YPSPIAI) yang juga merupakan Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum untuk bersyukur atas turunnya kitab suci Al-Qur’an sekaligus memperkuat kedekatan umat dengan kitabullah.
“Hari ini kita berkumpul di Masjid Baitul Hamdi dalam rangka mensyukuri turunnya Al-Qur’an. Di lingkungan UNIDA, Al-Qur’an sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahkan bagi para santri diterapkan program one day one juz sebagai bentuk kedekatan dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa membaca Al-Qur’an akan semakin memberikan kenikmatan ketika disertai dengan pemahaman terhadap makna dan kandungannya.
“Yang paling nikmat adalah ketika kita membaca Al-Qur’an, memahami arti dan maknanya, sehingga nilai-nilainya dapat kita amalkan dalam kehidupan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, tausyiah disampaikan oleh Dr. Agung Muttaqien, M.Pd, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan kembali sejarah turunnya Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira pada 17 Ramadhan.
“Al-Qur’an diturunkan secara bertahap sebagai petunjuk bagi manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk melakukan refleksi diri selama bulan Ramadan.
“Sudahkah kita mengambil hikmah dari Ramadan tahun ini? Hal sederhana yang bisa kita renungkan adalah sudah berapa ayat Al-Qur’an yang kita baca dan sudah berapa banyak amal kebaikan yang kita lakukan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. H. Radif Khotamir Rusli, M.Ed, kemudian dilanjutkan dengan persiapan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah.