SUMPAH PEMUDA SEBAGAI PEMBAKAR SEMANGAT KEMAJUAN DI ERA MILLENIAL

Rudi Hartono - 29 Oct 2018

SUMPAH PEMUDA SEBAGAI PEMBAKAR SEMANGAT KEMAJUAN DI ERA MILLENIAL

Tepatnya 28 Oktober tahun  1928 munculah sebuah pergerakan awal yang menjadi penyulut semangat Indonesia menuju kemerdekaan, dalam sumpah pemuda yang merupakan hasil dari kongres pemuda kedua yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), menghasilkan sebuah asa dan cita-cita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ingin merdeka dan terbebas dari penjajahan, dalam keputusan kongres pemuda kedua menghasilkan 3 keputusan yang bertuliskan dengan ejaan van ophuijsen atau ejaan lama yang pernah di gunakan untuk bahasa Indonesia, dan pada saat ini tercatat dalam prasasti di dinding museum sumpah pemuda  yang berbunyi Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia; Kedoea, Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia; Ketiga, Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. Dalam ketiga keputusan tersebut jelas menggambarkan bahwa seluruh bangsa Indonesia umumnya dan khususnya pemuda Indonesia memiliki jiwa nasionalisme serta patriotisme yang sangat tinggi,

Seiring perkembangan zaman dan era yang sudah mulai berubah, pemuda terdahulu dengan pemuda zaman now sangatlah berbeda, dahulu semangat juang pemuda Indonesia disatukan untuk meraih kemerdekaan dari tangan  penjajah, saat ini tantangan terbesar bagi pemuda Indonesia adalah persaingan global yang tidak terbantahkan lagi membuat kita semua wajib berbenah diri dan siap menghadapi tantangan tersebut, dilansir dalam www.cermati.com Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah dimulai sejak 2015. Sehubungan dengan berjalannya MEA, muncul pro dan kontra yang terjadi di indonesia, terutama yang menyangkut masuknya tenaga kerja (terdidik dan terampil) di pasar dalam negeri. Keresahan ini dinilai wajar. Pasalnya, adanya MEA memungkinkan tenaga kerja untuk profesi tertentu, seperti pengacara, dokter, atau profesi dengan standar pendidikan tinggi lainnya dapat berkarir di Indonesia. Hal tersebut menjadi sebuah ancaman apabila generasi pemuda Indonesia  belum siap serta belum memiliki bekal kompetensi yang mempuni, namun hal tersebut pula bisa menjadi sebuah peluang bagi pemuda Indonesia dengan catatan mau berusaha, memiliki kompetensi seputar keterampilan berbahasa, pemanfaatan teknologi dan Informasi. Generasi muda Indonesia selaku penggerak Roda kepemimpinan Indonesia dimasa mendatang harus memiliki komitmen yang kuat, keterempilan yang mempuni serta akhlak yang baik sehingga tidak akan ada istilah “kita sebagai tuan rumah hanya menjadi penonton dirumah sendiri”, namun kalimat tersebut akan kita ubah menjadi “kita kokoh dan kuat menjadi pemeran utama dalam memajukan Indonesia sebagai Tumpah darah dan Rumah kita sendiri”.

Semangat Sumpah Pemuda harus selalu dikobarkan sebagai bentuk kecintaan kita terhadap tanah air, khususnya oleh mahasiswa sebagai kaum muda intelektual yang mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan Indonesia melalui pemikiran serta karya inovasi yang dapat dimanfaatkan serta diakui dunia sehingga menjadi sebuah kebanggaan bagi Negara. Universitas Djuanda Bogor (UNIDA) selaku universitas yang berkomitmen membangun sebuah peradaban milenial dengan didasari dengan Tauhid melalui pembelajaran serta mencetak kaum pemuda yang bukan hanya memiliki kecerdasan Intelektual, namun juga memiliki kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Sosial, dan membentuk professionalisme. Untuk mencapai kecerdasan tersebut pemuda UNIDA dibekali dengan penerapan 21 karakter insan bertauhid, yaitu Sidik, Amanah, Fathanah, Tabligh, Istiqomah, Cageur Bageur, Bener, Pinter, Singer, Tanggap, Trengginas, Terampil, Tangguh, Awareness, Responsibillity, participation, Creativeness, Adversity, Mujahid, Iman dan Takwa. Penerapan 21 karakter insan bertauhid tersebut diharapkan dapat memjadikan generasi muda Indonesia menjadi pemimpin yang bukan hanya memiliki kecerdasan serta keterampilan yang mempuni, namun juga memiliki akhlak yang baik dan pantang menyerah serta kuat dalam menghadapi kondisi apapun.