Berhasil Capai Garis Finish, Tim UNIDA Warriors Uji Ketangguhan di HYROX Race Jakarta 2026
Delapan dosen dan anggota keluarga besar Universitas Djuanda (UNIDA) turun berlaga di HYROX Race Jakarta 2026, kompetisi fitness race internasional yang digelar 27–28 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang. Mengusung nama UNIDA Warriors, tim ini berkompetisi di kategori Open Doubles Men.
UNIDA Warriors diperkuat oleh Dr. Abraham Yazdi Martin, S.H., M.Kn, Dr. Abdul Kholik, S.Pd., M.Pd.I, Dr. Agung Muttaqien, M.Pd, Dr. Mas Nur Mukmin, S.E., M.Ak, Dr. Muhammad Rendi Ramdhani, S.Pd.I., M.Pd, Asep Hidayat, Rocky, dan Tabah.
Ketua Tim UNIDA Warriors, Dr. Abraham Yazdi Martin, S.H., M.Kn mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dikarenakan seluruh delapan anggota UNIDA Warriors berhasil menuntaskan seluruh rintangan yang ada di ajang HYROX Race Jakarta 2026.
"Alhamdulillah, dari delapan dosen dan anggota tim yang berangkat, semuanya berhasil menyelesaikan semua rintangan sampai garis finish. Ini bukan cuma soal siapa yang tercepat, tapi soal komitmen dan daya juang kami bersama sampai titik terakhir. Rasanya luar biasa bisa membuktikan bahwa kami mampu," ungkapnya.
Salah satu anggota UNIDA Warriors, Dr. Mas Nur Mukmin, S.E., M.Ak mengaku persiapan sebelum mengikuti event HYROX Jakarta 2026 ini, latihan yang dijalani cukup berat mengingat karakter perlombaan HYROX yang berbeda dari olahraga lari pada umumnya.
"Latihannya bukan hanya lari, akan tetapi kombinasi dengan stasiun-stasiun fungsional seperti sled push, rowing, sampai wall ball. Fisik dan mental harus benar-benar siap karena staminanya diuji dari awal sampai akhir," ujarnya.
Sementara itu, Dr. Agung Muttaqien, M.Pd menyoroti pentingnya kekompakan tim mengingat kategori yang diikuti adalah nomor ganda (doubles).
"Di kategori doubles, komunikasi dengan partner itu merupakan salah satu kunci utama. Kita harus saling jaga ritme, karena jika salah satu diantara kita ada yang kelelahan, ritme tim juga ikut kacau. Ini yang paling banyak kami latih menjelang hari-H," tuturnya.
Gaya hidup sehat merupakan wujud rasa syukur atas anugerah fisik yang diberikan Allah SWT, termasuk bagi kalangan dosen. Keikutsertaan dosen UNIDA dalam ajang olahraga internasional HYROX ini menjadi bukti nyata bahwa kebugaran fisik telah menjadi bagian dari karakter Tauhid (cageur) yang diimplementasikan oleh insan UNIDA.
Jika paradigma umum hanya menempatkan Tridarma sebagai tugas utama dosen, UNIDA justru mengusung konsep Pancadarma dengan menjadikan Tauhid sebagai landasannya, di mana kesehatan dan kekuatan fisik turut menjadi bagian penting dari tanggung jawab seorang dosen. Partisipasi dosen UNIDA dalam HYROX, sebagai salah satu ajang olahraga internasional terkini, menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.