Cegah Stunting Berbasis Kearifan Lokal, Tim Peneliti UNIDA Gelar FGD Penelitian
Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian yang berjudul "Model Implementasi Kebijakan Program Bangga Kencana dalam Pencegahan Stunting Berbasis Kearifan Lokal” di Aula Kantor Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Jumat, 24 Juli 2026.
Tim Penelitian tersebut terdiri dari Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si selaku Ketua Peneliti dan Dr. Muhamad Husein Maruapey, M.Sc serta Yusuf Superi, S.I.Kom selaku anggota. Fokus utama dari penelitian ini adalah merumuskan model kebijakan penanganan stunting melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang diselaraskan dengan nilai-nilai serta budaya kearifan lokal masyarakat setempat khususnya di Kabupaten Bogor.
FGD tersebut diisi oleh Tim Peneliti, Camat Kecamatan Megamendug, Ridwan, S.Sos dan Koordinator KB Kecamatan Cisarua, Dra. Dewi Supriyatni serta dihadiri oleh berbagai pemangku stakeholders terkait, seperti jajaran Pemerintah Kecamatan Megamendung, perwakilan Posyandu dari Kecamatan Megamendung, Kecamatan Cisarua, Kecamatan Ciawi dan Kecamatan Caringin.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini dalam rangka pelaksanaan penelitian yang sedang dilaksanakan mengenai stunting. Penelitian ini dilandasi oleh adanya fakta bahwa stunting masih menjadi permasalahan pembangunan kesehatan di Indonesia termasuk di Kabupaten Bogor. Pemerintah telah meluncurkan program Bangga Kencana untuk permasalahan stunting namun dalam pelaksanaan kebijakan ditingkat daerahnya masih mengalami beberapa kendala.
“Hal tersebut menunjukan perlunya kajian mendalam untuk merumuskan model kebijakan yang kontekstual dan adaptif terhadap karakter sosial budaya masyarakat setempat. Hasil dari FGD ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi model kebijakan yang konkret bagi pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Bogor, dalam mempercepat penurunan angka stunting dengan memanfaatkan kekuatan sosial-budaya setempat,” ungkapnya.
Selanjutnya, Camat Megamendung, Ridwan, S.Sos menyatakan bahwa Kecamatan Megamendung akan selalu menyambut penelitian yang dilakukan terutama mengenai stunting ini yang dilakukan oleh Tim Peneliti dari UNIDA karena stunting sendiri merupakan ancaman masa depan bangsa dan pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri dan kolaborasi dengan perguruan tinggi khususnya UNIDA menjadi kunci eksekusi lapangan.
“Adapun rekomendasi tindak lanjut terarah untuk kolaboratif preventif setelah pelaksanaan FGD ini yaitu alokasikan anggaran secara asimetris dan fokus pada desa prioritas, dorong riset UNIDA terkait efektivitas pangan lokal, bakukan pedoman intervensi stunting berbasis kearifan budaya sunda, gelar pelatihan khusus kader untuk menangkal mitos kesehatan gizi, gandeng asosiasi hotel dan pariwisata untuk alokasi CSR gizi spesifik serta lakukan evaluasi rutin berbasis dashboard data pada setiap akhir bulan,” tuturnya.
Sementara itu, Dra. Dewi Supriyatni dalam pemaparannya menyatakan bahwa program implementasi program Bangga Kencana dilakukan juga dengan program Genting yang merupakan kepanjangan dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang bersifat gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, kuat dan tidak stunting dan sasaran dari program tersebut yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan Bayi dibawah usia 2 tahun.
“Bentuk bantuan dari program Genting yaitu bantuan nutrisi dan bantuan non nutrisi seperti eduakasi dan bantuan lingkungan layak huni. Output dari program tersebut meliputi peningkatan pengetahuan keluarga tentang gizi dan pengasuhan, peningkatan pemahaman keluarga berencana, meningkatkanya kunjungan ke Posyandu, peningkatan konsumsi pangan lokal bergizi serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting,” ujarnya.
Setelah pemaparan narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi mendalam antara Tim Peneliti bersama peserta FGD.