Digitalisasi dan Penguatan Branding UMKM Parfum “Batuah” Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Batunanggai
Tim Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026, gelar kegiatan Digitalisasi dan Penguatan Branding UMKM Parfum “Batuah” Batunanggai pada 16–21 Februari 2026 di Jorong Batunanggai, Kenagarian Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat terdampak.
Bencana yang melanda wilayah tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian warga, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu usaha yang terdampak adalah UMKM parfum lokal “Batuah” yang memiliki potensi pasar cukup baik, namun masih menghadapi keterbatasan dalam desain kemasan dan pemasaran digital.
Ketua Tim PMM Mahasiswa Berdampak Waffiq Azizah mngatakan bahwa di era transformasi digital, identitas visual produk dan kehadiran di platform daring menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing.
“Melalui kegiatan ini, kami membantu melakukan pembaruan desain kemasan agar lebih profesional serta memperluas jangkauan pemasaran melalui platform digital seperti Google Maps, website, dan marketplace,” ujarnya.
Lebih lanjut Waffiq Azizah menjelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan diskusi bersama pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi usaha. Tim kemudian merancang desain kemasan baru yang mencerminkan identitas produk sekaligus menonjolkan ciri khas lokal Batunanggai.
“Selanjutnya agar lebih mudah ditemukan konsumen, tim melakukan pembuatan dan optimalisasi lokasi usaha di Google Maps. Pengembangan website parfum sebagai media promosi yang memuat katalog produk, deskripsi, serta informasi kontak pemesanan. Tim mahasiswa mendampingi pembuatan dan pengelolaan akun marketplace Batunanggai guna memperluas akses pasar.” jelasnya.
Pelaku UMKM Parfum Batuah, Shelfi Hendri, mengatakan sangat terbantu dengan program tersebut. Ia menilai pembaruan kemasan dan pemasaran digital meningkatkan kepercayaan diri serta daya saing produknya.
“Kami jadi lebih percaya diri memasarkan produk karena tampilannya lebih menarik dan sekarang sudah bisa ditemukan secara online,” ungkapnya.
Masyarakat setempat juga menyambut positif langkah digitalisasi ini sebagai inovasi yang mendukung kebangkitan ekonomi pascabencana. Sementara itu, Tim PMM menilai kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM Parfum “Batuah” mampu meningkatkan nilai jual produk dan memperluas jangkauan pasar, baik secara lokal maupun luar daerah. Kehadiran identitas visual yang profesional serta akses digital yang mudah diakses diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan berdampak pada peningkatan penjualan.
Dalam jangka panjang, digitalisasi ini diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan ekonomi Batunanggai pascabencana sekaligus menjadi contoh bagi UMKM lain untuk beradaptasi dan berkembang di tengah tantangan era digital.