[email protected] 0251-8240773
Informasi

Hari Puspa dan Satwa Nasional

Oleh: Dewi Wahyuni, S.Pt., M.Si (Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda

 

Menurut KBBI pengertian dari puspa adalah bunga, tanaman dan satwa artinya adalah binatang. Puspa dan satwa merupakan salah satu unsur kehidupan yang penting dalam kehidupan. Negara kita, Indonesia merupakan negara yang kaya akan puspa dan satwa ini. Sehingga sudah tentu wajib untuk kita terus jaga dan dipelihara agar keberadaanya tetap lestari.

 

Tujuan utama perayaan ini adalah untuk menumbuhkan dan mengingatkan masyarakat tentang wawasan pentingnya keberadaan puspa dan satwa, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kecintaan, kepedulian untuk melestarikan alam dan satwa. Perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi individu, kelompok, dan pemerintah untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan. Melestarikan puspa dan satwa berarti menjaga keanekaragaman hayati. Puspa dan satwa merupakan modal penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta penjaga keseimbangan ekosistem.

 

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali diprakarsai oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993 dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Perayaan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan di Indonesia. Dalam Kepres Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, dikeluarkan tiga keputusan yang isinya sebagai berikut:

 

1.      Ada tiga jenis satwa yang masing-masing mewakili satwa darat, air, dan udara, dinyatakan sebagai Satwa Nasional, dan selanjutnya dikukuhkan penyebutannya sebagai berikut :

·      Komodo (Varanus komodoensis), sebagai satwa nasional;

·      Ikan Siluk Merah (Sclerophages formosus), sebagai satwa pesona; dan

·      Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), sebagai satwa langka.

 

2.      Tiga jenis bunga dinyatakan sebagai bunga Nasional, dan selanjutnya dikukuhkan penyebutannya sebagai berikut :

·      Melati (Jasminum sambac), sebagai puspa bangsa;

·      Anggrek bulan (Palaenopsis amabilis), sebagai puspa pesona; dan

·      Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi), sebagai puspa langka;

 

3.      Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, dan Menteri atau Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen lainnya yang terkait, menyusun  dan  melaksanakan  langkah-langkah  yang  dipandang  perlu  untuk:

·      Mewujudkan kepedulian dan rasa cinta terhadap satwa dan bunga pada umumnya, serta Satwa dan Bunga Nasional pada khususnya, di kalangan segenap lapisan masyarakat;

·      Meningkatkan perlindungan serta upaya pelestarian ekosistem, habitat, populasi ataupun kegiatan penelitian dan pengembangan Satwa dan Bunga Nasional tersebut.

 

Selama perayaan Hari Puspa dan Satwa Nasional, berbagai kegiatan dan acara diadakan di seluruh Indonesia. Beberapa kegiatan yang biasa dilakukan termasuk:

1.      Pameran Flora dan Fauna: Taman nasional dan konservasi seringkali mengadakan pameran yang memperkenalkan berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar yang ada di Indonesia. Ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk belajar lebih banyak tentang kekayaan alam negara mereka.

2.      Lokakarya dan Seminar: Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu lingkungan dan pelestarian. Para ahli sering memberikan presentasi tentang perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan masalah lingkungan lainnya.

3.      Kegiatan Pendidikan: Sekolah-sekolah dan organisasi masyarakat sering mengadakan kegiatan edukasi yang menyasar anak-anak untuk mengajarkan mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan.

4.      Pemberian Penghargaan: Selama Hari Puspa dan Satwa Nasional, pemerintah dan lembaga konservasi sering memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok yang telah berkontribusi besar dalam upaya pelestarian alam dan satwa liar.

5.      Kampanye Pelestarian: Berbagai kampanye diluncurkan untuk menggalang dukungan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon, pengurangan plastik sekali pakai, dan lain-lain.

 

Perayaan hari puspa dan satwa nasional sangat penting karena:

1.      Pelestarian Keanekaragaman Hayati: Dengan mengingatkan masyarakat tentang kekayaan alam Indonesia, acara ini mendorong pelestarian keanekaragaman hayati yang semakin terancam.

2.      Kesadaran Lingkungan: Acara ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu lingkungan, termasuk perubahan iklim dan deforestasi.

3.      Edukasi Generasi Muda: Kegiatan yang ditujukan kepada anak-anak membantu menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.

4.      Penghargaan kepada Pejuang Pelestarian: Hari Puspa dan Satwa Nasional memberi penghargaan kepada individu dan kelompok yang telah berjuang untuk melestarikan alam, memberikan pengakuan atas upaya mereka.

 

Sebagai bentuk kegiatan memperingati hari ini, hal yang bisa kita lakukan bisa dimulai dari hal yang sederhana dan hal kecil. Kegiatan tersebut yaitu tidak boleh mencemari atau merusak flora dan fauna, jangan melakukan lagi perdagangan flora dan fauna yang dilindungi, banyak belajar mengenai pengetahuan yang berhubungan dengan puspa dan satwa nasional, menanam, merawat, dan menyiram tanaman yang ada di lingkungan sekitar, memelihara binatang dengan baik dan menyayanginya. jangan sampai binatang tersebut terlantar dan tidak diberi makan,

 

Hari Puspa dan Satwa Nasional adalah momen yang penting untuk merenungkan pentingnya menjaga alam dan satwa liar. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi lingkungan agar generasi mendatang juga dapat menikmati kekayaan alam yang luar biasa ini. Dengan terus mengingatkan diri kita sendiri tentang hal ini, kita bisa berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

 

Keberadaan tumbuhan dan binatang mendukung kehidupan makhluk lainnya dan sebagai tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman lagi berakal. Banyak sekali ayat alquran yang menjelaskan mengenai flora dan fauna serta kewajiban yang harus dilakukan oleh manusia. Sesuai dengan ayat Al-quran surah (QS. Al-Baqarah [2]: 164).

 

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”.

 

Kemudian surah al-Anam ayat ke-38 menyampaikan hal itu. “Dan tidak ada seekor pun binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melaikan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.”

 

Maka dari itu, kita sebagai manusia harus menyadari bahwa flora dan fauna ini diciptakan Allah SWT untuk manusia, oleh karena itu tugas kita harus memanfaatkan flora dan fauna yang ada di muka bumi ini sebaik baiknya dan tetap melestarikan sebaik mungkin. Dengan seperti itu salah satu cara kita sebagai manusia mensyukuri nikmat Allah dalam aksi perbuatan yang nyata.