[email protected] 0251-8240773
Informasi

Identitas Pemuda Cinta Pramuka: Tinggi Moral, Kuat Mental

Tulisan Dalam Rangka Memperingati Hari Pramuka, 22 Agustus 2022
Oleh: Dr. Helmia Tasti Adri, M.Pd.Si (Kaprodi PGSD Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru Universitas Djuanda Bogor)

Sejarah Pramuka

Berdirinya Pramuka dicetuskan oleh Baden Powell yang pada tahun 1907 yang mengadakan perkemahan pramuka di Pulau Brownsea, Inggris. Pria yang menjabat sebagai Letnan Jenderal tentara Inggris itu menuliskan pengalamannya yang kemudian diterbitkan dalam bentuk sebuah buku dengan  judul "Scouting For Boys". Buku itu tersebar di seluruh penjuru Inggris bahkan beberapa negara lainnya hingga akhirnya menjadi panduan bagi awal mula terbentuknya organisasi pramuka. Pada 30 Juli - 8 Agustus 1920, untuk pertama kalinya diadakan Jambore Dunia, yang merupakan pertemuan besar antar para anggota pramuka di seluruh dunia. didalam acara tersebut dilakukan kegiatan berkemah bersama. Jambore pertama itu diadakan di di Olympia Hall, London, dengan jumlah peserta sekitar 8000 anggota pramuka yang berasal dari 34 negara berbeda. pada saat itu, Baden Powell dinobatkan sebagai Chief Scout of the World atau Bapak Pandu Sedunia.

Pramuka di Indonesia

Gerakan pramuka di Negara kita Indonesia dimulai pada tahun 1912 melalui organisasi  Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang dikemudian hari berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padviders Vereeniging (NIPV) pada tahun 1916. Setelah memandang positif gerakan pramuka yang berada di Indonesia, hal ini menginspirasi bagi tokoh-tokoh gerakan nasional utnuk mendirikan Padvinders (Pandu) untuk anak-anak bangsa diberbagai daerah. Eksistensi gerakan kepanduan di Indonesia semakin meningkat sehingga membuat banyak gerakan kepanduan bermunculan di Indonesia pada tahun 1928-1935. Pada 28 Desember 1945, dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia di Solo yang merupakan satu-satunya organisasi kepanduan Indonesia melalui keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. hal ini menjadi dasar awal menasionalnya kepanduan atau pramuka di Indonesia dala konteks kehidupan bernegara. Akhirnya Gerakan Pramuka di Indonesia mulai dikenalkan secara resmi di Indonesia pada 14 Agustus 1961. Hal itu bersamaan dengan Presiden RI menganugerahkan panji-panji sebagai penghargaan keikutsertaan para pandu dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. sejak saat itu, 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Setiap tahunnya semua anggota Gerakan Pramuka se-Indonesia akan memperingati hari tersebut dan biasanya diadakan upacara Hari Pramuka di sekolah disemua tingkatan. 

Pentingnya Pramuka Bagi Pemuda dan Negara

Pramuka bukanlah hanya sekedar organisasi atau gerakan penyambung aspirasi ataupun inspirasi. Pramuka melatih kemampuan berorganisasi bagi siapa saja anak muda yang aktif mengikuti kegiatan ini. Kemampuan organisasi dapat membantu pemuda  lebih mudah bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain. Pendidikan kepramukaan sangat penting bagi siswa-siswa untuk pengembangan diri di sekolah, terutama bagi siswa/siswi sedang mengalami masa-masa transisi pencarian jati diri, dan masih memerlukan pijakan yang kuat untuk menetukan arah masa depannya, memerlukan gerakan atau kegiatan seperti pramuka ini untuk membentuk kepribadian yang kuat dan tangguh. sehingga nantinya tidak terpengaruh kepada hal-hal yang negatif. Melalui berbagai kegiatan seperti berkemah, Teknik survival di alam ala pramuka seperti mencari jejak, membaca peta, leadership, memasak di alam, merupakan beberapa hal dasar yang biasa dikuasai oleh peserta kegiatan pramuka. Ada banyak kegiatan yang diajarkan dalam organisasi kepramukaan, seperti: menjaga lingkungan, mengembangkan diri, pemecahan permasalahan, mengatasi tantangan/rintangan, menikmati hidup dialam, dll. Hal-hal seperti ini dilatih sejak pramuka siaga-penggalang secara bertahap tergantung teknik survival dan tingkatan pramuka berdasarkan umur peserta. Kegiatan semacam ini tentu akan berdampak bagi kemandirian dan munculnya jiwa leadhership bagi peserta pramuka. Selain kemampuan kemandirian, kepemimpinan, kemampuan survive dialam bebas, pramuka juga mengajarkan moral kepada setiap pesertanya. Ada banyak interaksi sosial dengan pendidikan kesantunan berlandaskan pancasila yang juga diajarkan dalam kegiatan/organisasi pramuka. Hal ini membentuk pemuda tidak hanya tangguh secara fisik dan mental tapi juga santun dalam prilaku dan berjiwa penolong. Pemuda adalah kekuatan dan masa depan bangsa. Dengan banyaknya pemuda yang mengikuti gerakan pramuka, maka semakin banyak juga pemuda yang memiliki karakter pribadi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kuat mental, berakhlak baik dan berprilaku santun. Semakin kuat jiwa pemuda, semakin kuat pula masa depan generasi bangsa. Cinta pramuka, berarti cinta kepada bangsa. Jaya Pramuka, jayalah bangsa. Selamat hari Pramuka. (Bogor 14 Agustus 2022). HTA.