Kajian Muslimah UNIDA: Disiplin Digital Muslimah di Era Media Sosial
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kajian Muslimah yang digelar di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA, Jumat (2/1/2026). Kegiatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Aisah Rini Susanti, S.T., M.Kom, dengan tema “Disiplin Digital Muslimah,” yang membahas tantangan sekaligus peluang bagi muslimah dalam menghadapi perkembangan teknologi dan media sosial.Kajian diikuti oleh mahasiswi, dosen, serta civitas academica Universitas Djuanda.
Dalam pemaparannya, Aisah Rini Susanti, S.T., M.Kom menekankan bahwa era digital menghadirkan tantangan kompleks bagi muslimah, terutama terkait pengaruh media sosial, perubahan nilai budaya, hingga risiko pelecehan dan cyberbullying.
“Media sosial ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi memberikan akses informasi dan ruang berekspresi, namun di sisi lain dapat menimbulkan tekanan sosial dan mendorong muslimah mengikuti standar gaya hidup yang menjauh dari nilai-nilai Islam demi validasi digital,” ujarnya.
Ia juga mengutip hasil penelitian yang menunjukkan dampak media sosial terhadap perubahan nilai budaya di kalangan generasi muda, termasuk dalam gaya hidup dan persepsi norma sosial. Selain itu, Aisah menyoroti data riset yang menunjukkan tingginya angka cyberbullying terhadap perempuan di lingkungan kampus.
Meski demikian, menurut Aisah Rini Susanti, S.T., M.Kom, era digital juga membuka peluang besar bagi muslimah untuk berkembang dan berkontribusi positif.
“Platform digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan edukasi. Media sosial, blog, hingga podcast bisa menjadi ladang kebaikan jika digunakan dengan niat yang benar,” jelasnya.
Ia menambahkan, muslimah juga memiliki kesempatan luas untuk meningkatkan keterampilan melalui berbagai kursus daring, mulai dari bidang bisnis, desain, bahasa, hingga parenting Islami.
Dalam kajian tersebut, Aisah Rini Susanti, S.T., M.Kom memaparkan sejumlah strategi agar muslimah tetap tangguh di era digital, di antaranya memiliki arah hidup yang berlandaskan nilai Islam, disiplin dalam mengelola waktu, selektif terhadap konten digital, menjaga aurat di ruang maya, serta menjaga adab dalam interaksi daring.
“Waktu adalah nikmat yang sering dilalaikan. Jika kita tidak mengelolanya dengan baik, maka kitalah yang akan merugi,” tuturnya, mengutip hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga kesehatan dan waktu luang.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital agar muslimah tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi agen penyebar kebaikan di media sosial.
“Muslimah seharusnya hadir sebagai pembawa tren positif. Media sosial adalah ladang dakwah yang sangat luas, dan setiap konten yang mengajak pada kebaikan bernilai ibadah,” pungkasnya.