EXPO Terpadu 2026 Dorong Inovasi Produk Probiotik Mahasiswa Teknologi Pangan UNIDA
Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan EXPO Terpadu 2026 sebagai ajang untuk memperkenalkan inovasi dan hasil karya mahasiswa di bidang teknologi pangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (3/1/2026), dengan mengusung tema “From Lab to Life, Smart Probiotic Products for a Healthier Future”.
EXPO Terpadu 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa semester akhir untuk menampilkan kreativitas, gagasan, serta produk pangan fungsional berbasis probiotik yang berorientasi pada kesehatan. Sebanyak 50 mahasiswa yang terbagi ke dalam 5 kelompok turut berpartisipasi dengan menghadirkan beragam produk inovatif hasil praktikum terpadu pengolahan pangan diantaranya yaitu Jelly Lakto Belly, Kombucoo, Yogutoffe, Snackbar Probiotik Biji Hanjeli (Hanbiotic Bar) serta Puding Probiotik Kombucha (Probucha).
Dosen pengampu mata kuliah Terpadu Pengolahan Pangan, Distya Riski Hapsari, S.TP., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses akademik mahasiswa.
“Praktikum ini menjadi salah satu syarat kelulusan dan merupakan praktikum terakhir di semester tujuh. Kegiatan ini mengasah keterampilan mahasiswa dalam pengolahan pangan, terutama bagaimana meningkatkan nilai jual produk,” ujarnya.
Ia berharap EXPO Terpadu dapat menjadi pengalaman berkesan sekaligus bekal bagi mahasiswa setelah lulus.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi memori indah selama menjadi mahasiswa FIPHAL dan membekali mereka ketika akan berwirausaha atau memasuki dunia kerja. Pengalaman ini juga bisa diceritakan saat wawancara kerja,” tambahnya.
Menurutnya, tema probiotik yang diangkat tahun ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan produk yang baik dan inovatif.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FIPHAL, Dr. Erna Puspasari, M.Si., mengungkapkan bahwa EXPO Terpadu merupakan program rutin tahunan fakultas.
“Kegiatan ini sudah berjalan setiap tahun dengan tema yang selalu disesuaikan dengan perkembangan industri pangan. Saya sangat mengapresiasi pelaksanaannya,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut mampu membuat produk, tetapi juga memahami proses pengolahan dan pemanfaatannya.
“Ini adalah bekal yang sangat berharga karena mahasiswa juga dilatih menghadapi pertanyaan, seperti layaknya auditor. Ilmu yang didapat diharapkan dapat bermanfaat di masa depan,” katanya.
EXPO Terpadu 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Djuanda, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya strategi pemasaran produk.
“Kegiatan ini menjadi pembelajaran bagaimana sebuah produk dikenal oleh khalayak. Ke depan, mahasiswa diharapkan mampu menentukan target pasar agar produk yang dibuat dapat terdiseminasi secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar formalitas akademik.
“EXPO Terpadu tidak hanya untuk memenuhi syarat SKS, tetapi menjadi bagian dari upaya menjadikan FIPHAL sebagai ikon UNIDA dalam implementasi nilai tauhid di bidang pangan halal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa inovasi produk halal dan thayyiban menjadi strategi penting untuk mendukung program nasional.
“Salah satu strategi produk inovasi ini bisa bekerjasama untuk masuk ke karena ini menjadi ikon produk unggulan melalui hasil karya mahasiswa yang benar-benar halalan thayyiban,” pungkasnya.