[email protected] 0251-8240773
Berita

Gandeng Diaspora Indonesia di Jerman, UNIDA Rencanakan Pendirian German Center

Jakarta, Senayan – Minggu, 1 Februari 2026, Universitas Djuanda (UNIDA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong internasionalisasi kampus dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui rencana pendirian German Center, kolaborasi antara UNIDA dan Diaspora Indonesia di Jerman.

Rencana ini dibahas dalam pertemuan yang dihadiri oleh dosen Sekolah Pascasarjana UNIDA, Diaspora Indonesia di Jerman, Kepala Sekolah Vokasi, perwakilan Kantor Urusan Internasional (KUI), serta perwakilan SMK Amaliah, yang berlangsung di Senayan, Jakarta.

German Center direncanakan akan berfungsi sebagai unit strategis pengembangan sumber daya manusia berorientasi kepemimpinan (leader development), pusat informasi, fasilitator pengembangan bahasa, peningkatan kompetensi internasional, serta pendampingan akses program internasional, khususnya yang dikelola oleh Pemerintah Jerman bagi mahasiswa dan siswa di lingkungan Kampus UNIDA serta Perguruan Amaliah, maupun dari kampus dan sekolah lainnya di Bogor.

Perwakilan dosen Magister Hukum UNIDA, Dr. Achmad Jaka Santos Adiwijaya, S.H., LL.M., menegaskan bahwa pembentukan German Center merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan bonus demografi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

“Peningkatan kompetensi dan kepemimpinan generasi muda merupakan kebutuhan mendesak. German Center menjadi jembatan antara informasi program, pengembangan keterampilan, dan dampak nyata bagi masyarakat. Ini juga sejalan dengan komitmen UNIDA sebagai kampus unggul yang berorientasi pada peningkatan reputasi internasional,” ujarnya.

Diaspora Indonesia di Jerman, Doddy Kadarisman, menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk mengakses berbagai program pendidikan dan pelatihan berkualitas.

“Pemerintah Jerman menyediakan banyak peluang beasiswa, pelatihan kerja, dan pengembangan kompetensi, seperti Ausbildung, DAAD, Au Pair, Duales Studium, serta program-program lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa UNIDA untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan. Selain itu, budaya kerja dan etos profesional di Jerman sangat kuat dan dapat menjadi modal penting bagi peserta untuk meningkatkan kualitas diri serta daya saing global,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi pendidikan vokasi, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si., menilai German Center sebagai peluang strategis untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan dunia kerja internasional.

“Program vokasi, baik di perguruan tinggi maupun pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan, harus mampu memanfaatkan peluang global. Skema seperti double track, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan Ausbildung memungkinkan peningkatan keterampilan siswa dan mahasiswa secara nyata, sekaligus membuka akses terhadap pengakuan kompetensi internasional,” tuturnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, UNIDA menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak yang menjembatani dunia pendidikan, kebutuhan pasar global, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing internasional.