[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Duha UNIDA: Jihad Intelektual di Kampus, Pembuka Pintu Rezeki dan Surga

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Tawheed Center kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Majelis Duha pada Jumat (10/7/2026) di Masjid Baitul Hamdi (MBH). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum DPP Al-Ittihadiyah, KH. Nuruzzaman, yang menyampaikan materi bertema "Jihad Intelektual di Kampus, Pembuka Pintu Rezeki dan Surga."

Dalam penyampaiannya, KH. Nuruzzaman menjelaskan bahwa jihad intelektual di kampus merupakan upaya menjadikan Al-Qur'an sebagai landasan berpikir dalam memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, Al-Qur'an tidak cukup hanya dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan sehingga mampu melahirkan cara berpikir yang benar serta memberikan solusi bagi umat.

Mengawali kajiannya, KH. Nuruzzaman mengulas Surah Al-Baqarah ayat 120 dan 121. KH. Nuruzzaman menjelaskan bahwa ayat tersebut mengingatkan umat Islam untuk membaca Al-Qur'an dengan haqqa tilawatih, yaitu memenuhi hak-hak Al-Qur'an melalui bacaan yang baik, memahami kandungannya, hingga mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

KH. Nuruzzaman menuturkan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar kitab yang dibaca untuk memperoleh keutamaan tertentu, melainkan petunjuk hidup yang perlu dipahami secara menyeluruh. Menurutnya, susunan surat-surat dalam Al-Qur'an mengandung pelajaran yang saling berkaitan, mulai dari pembentukan karakter, keluarga, kepemimpinan, hingga kehidupan bermasyarakat, sehingga mampu menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan.

"Ada orang-orang yang membanting Al-Qur'an ke derajat manusia. Misalnya, kalau ingin utangnya lunas baca Al-Qur'an, kalau ingin anak saleh baca Surah Yusuf, kalau ingin anak salehah baca Surah Maryam. Itu bagus, tetapi jangan sampai Al-Qur'an hanya untuk itu saja," ujar KH. Nuruzzaman.

Menurutnya, memahami Al-Qur'an secara utuh merupakan bagian dari jihad intelektual yang harus dibangun di lingkungan kampus. Oleh karena itu, ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti pada diskusi atau kajian semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

Melalui kegiatan Majelis Duha, UNIDA terus menghadirkan kajian-kajian keislaman sebagai bagian dari penguatan budaya Kampus Bertauhid. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman terhadap Al-Qur'an sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.