Program Praktisi Mengajar, Mahasiswa FISIP UNIDA Perdalam Pemahaman Kebijakan Publik di LAN RI
Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan pembelajaran berbasis pengalaman melalui kegiatan Praktisi Mengajar dalam mata kuliah Sistem Administrasi Negara. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, (6/1/2026), dan bertempat di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar langsung dari praktisi pemerintahan, yakni Analis Kebijakan Direktorat Strategi Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Isni Kartika Larasati, S.Pd., M.Si. Ia menyampaikan materi bertajuk “Ketika Pemerintah Harus Hadir: Peran Administrasi Publik bagi Masyarakat”.
Dekan FISIP UNIDA, Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si, menjelaskan bahwa keterlibatan praktisi dari institusi pemerintah strategis seperti LAN memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa.
“Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana administrasi negara dan kebijakan publik dijalankan dalam praktik. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan pemerintahan saat ini,” ujarnya.
Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si juga menegaskan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah merupakan wujud komitmen FISIP UNIDA dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga memiliki pemahaman praktis yang memadai.
“Secara kelembagaan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara UNIDA, khususnya Program Studi Administrasi Publik FISIP, dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dalam bentuk kerja sama akademik dan pembelajaran kontekstual lainnya,” tambahnya.
Pada sesi pemaparan materi, Isni Kartika Larasati, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa peran negara tidak cukup dipahami sebatas konsep, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan publik yang responsif, pelayanan yang berkeadilan, serta birokrasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Ia menekankan pentingnya proses perumusan kebijakan yang berbasis data, analisis mendalam, serta pemahaman terhadap dampak kebijakan bagi publik.
“Pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang mampu menjawab persoalan publik. Untuk itu, proses perumusan kebijakan perlu didukung data, analisis yang komprehensif, serta pemahaman terhadap dampak kebijakan bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti peran penting analis kebijakan dalam menjaga kualitas kebijakan administrasi negara agar mampu menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Administrasi publik berfungsi sebagai penghubung antara tujuan negara dan implementasi kebijakan. Ketika sistem administrasi berjalan dengan baik, pelayanan publik dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan Praktisi Mengajar ini dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pembahasan studi kasus kebijakan publik. Mahasiswa diajak untuk memahami peran strategis administrasi publik dalam merespons kebutuhan masyarakat, mengelola tantangan kebijakan dan birokrasi, serta meningkatkan mutu pelayanan publik.
Salah satu mahasiswa peserta, Muthia Agnia Ridzky dari Program Studi Administrasi Publik angkatan 2024, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan perkuliahan biasa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai peran administrasi publik dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami karena langsung dikaitkan dengan praktik kebijakan publik. Kami jadi lebih memahami bagaimana peran administrasi negara dijalankan secara nyata oleh pemerintah,” pungkas Chaerulita.