Puspensif UNIDA Selenggarakan Pendampingan Pembelajaran Kelas Inklusif bagi Guru Sekolah Dasar di Daerah 3T
Pusat Layanan Terpadu Pendidikan Inklusif dan Disabilitas (Puspensif) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Pembelajaran dalam Kelas Inklusif bagi Guru Sekolah Dasar di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) pada Jumat, 3 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Sinar Tambolaka, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan tersebut menghadirkan Tiga narasumber dari Universitas Djuanda yang memiliki keahlian di bidang pendidikan inklusif, yakni Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, Hanrezi Dhania Hasnin S.Pd., M.Si, dan Teguh Prasetyo, M.Pd, serta diikuti oleh guru-guru sekolah dasar dari Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat, hingga sejumlah kepala sekolah yang berperan penting dalam mendukung kebijakan dan praktik pendidikan inklusif di lingkungan sekolah masing-masing.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen UNIDA dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus di wilayah 3T. Pendampingan dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik di kelas.
Selain pemaparan materi, kegiatan turut membuka ruang diskusi dan refleksi bagi para peserta. Sejumlah guru berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, terutama terkait keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya pendukung pendidikan inklusif di wilayah 3T.
Prof. Dr. Rasmitadilla, M.Pd menyampaikan harapannya agar para pendidik di daerah 3T semakin percaya diri dalam memberikan layanan pembelajaran yang adaptif dan bermakna bagi seluruh peserta didik.
"Pendidikan inklusif bukan sekadar memastikan setiap anak berada di ruang kelas yang sama, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya," pungkasnya.
Sementara itu, dari sisi Kepala Sekolah, kegiatan ini dinilai memberikan perspektif baru mengenai pentingnya dukungan kebijakan di tingkat sekolah.
"Kegiatan ini memberi kami perspektif mengenai pentingnya dukungan kebijakan sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif," tutur salah satu Kepala Sekolah.
Ke depan, Puspensif UNIDA menyatakan akan terus menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas bagi pendidik sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T.