[email protected] 0251-8240773
Berita

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Hadiri Wisuda ke-53 UNIDA, Tekankan Kesiapan Lulusan Hadapi Tantangan dan Peluang Era AI

Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-53 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Puri Begawan, Selasa (9/6/2026). Sebanyak 405 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan, terdiri atas 345 lulusan program Sarjana (S1) dan 60 lulusan Pascasarjana (S2).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum turut hadir dan menyampaikan sambutan. ia menyampaikan apresiasi atas capaian Universitas Djuanda yang berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul, sebuah pencapaian yang menempatkan UNIDA di jajaran perguruan tinggi terbaik di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Menurutnya, dari 416 perguruan tinggi yang berada di bawah pembinaan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, hanya 19 perguruan tinggi yang berhasil memperoleh predikat Akreditasi Unggul. Universitas Djuanda menjadi salah satu di antaranya.

“Di LLDIKTI Wilayah IV terdapat 416 perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, hanya 19 perguruan tinggi yang telah meraih predikat Akreditasi Unggul, dan Universitas Djuanda termasuk di dalamnya. Ini merupakan capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi bukti komitmen UNIDA dalam menjaga mutu pendidikan tinggi,” ujarnya.

Dr. Lukman, S.T., M.Hum menegaskan bahwa capaian institusi harus diiringi dengan kesiapan para lulusan dalam menghadapi perubahan global yang berlangsung sangat cepat, terutama akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

“Perkembangan teknologi, termasuk AI, membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hidup. Namun di sisi lain, ada tantangan serius seperti potensi pengangguran dan penyalahgunaan informasi,” katanya.

Menurutnya, lulusan masa kini harus memiliki pola pikir berbasis data (data-driven mindset), kemampuan membaca tren, serta kepekaan terhadap dinamika sosial melalui digital listening. Selain itu, nilai empati dan etika menjadi pembeda utama manusia dengan teknologi.

“Keberhasilan di era ini tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kelincahan beradaptasi. Lulusan harus siap unlearn dan relearn, karena ijazah hanyalah kunci awal, sementara kemampuan belajar ulang adalah daya tahan masa depan,” ungkapnya.

Dr. Lukman, S.T., M.Hum juga mendorong para lulusan untuk menjadi pribadi yang adaptif, gesit, serta mampu menciptakan nilai nyata bagi masyarakat. Ia merangkum karakter tersebut dalam konsep “J.A.G.O”: jejaring (networking), adaptif, gesit (agile), serta orisinal dan otentik.

“Jadilah lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan solusi. Ide hebat tanpa eksekusi hanyalah ilusi,” tegasnya.

Dalam pesannya, Dr. Lukman, S.T., M.Hum turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan nilai moral dalam setiap langkah karier.

“Majulah tanpa menyingkirkan, naiklah tanpa menjatuhkan. Itulah kompas moral yang harus dipegang oleh setiap lulusan,” katanya.