LPPM UNIDA Bekali Dosen Tingkatkan Kualitas Proposal Hibah Hilirisasi Riset Kemdiktisaintek 2026
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Sosialisasi Panduan Hibah Hilirisasi Riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (14/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd. dan Ibnu Fadilah, S.E., M.H. Keduanya memaparkan berbagai informasi penting mengenai kebijakan, skema pendanaan, hingga strategi penyusunan proposal yang sesuai dengan ketentuan Program Hibah Hilirisasi Riset Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program hibah hilirisasi merupakan peluang strategis bagi dosen untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, industri, maupun pemerintah. Menurutnya, hasil penelitian perlu diarahkan agar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak yang lebih luas.
"Program hibah hilirisasi ini merupakan kesempatan strategis bagi dosen untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, industri, dan pemerintah," ujarnya.
"Seluruh dosen saya harapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan menyusun proposal yang inovatif, kolaboratif, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III sekaligus Ketua LPPM UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd., menegaskan bahwa LPPM akan terus memberikan pendampingan kepada para dosen, mulai dari klinik proposal hingga proses review, agar setiap usulan yang diajukan memenuhi aspek administratif maupun substansi yang dipersyaratkan.
"LPPM akan terus memfasilitasi dosen melalui kegiatan pendampingan, klinik proposal, dan review proposal agar usulan yang diajukan memenuhi persyaratan administratif maupun substansi," tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh dosen untuk memanfaatkan berbagai skema hibah yang tersedia sesuai bidang keilmuan dan tingkat kesiapan teknologi yang dimiliki sehingga peluang memperoleh pendanaan semakin terbuka.
"Kami mengajak seluruh dosen untuk memanfaatkan berbagai skema hibah yang tersedia sesuai bidang keilmuan dan kesiapan teknologi masing-masing, sehingga peluang memperoleh pendanaan semakin besar dan riset yang dihasilkan berdampak bagi masyarakat serta pembangunan nasional," pungkasnya.
Dalam paparannya, Ibnu Fadilah, S.E., M.H. sebagai narasumber menjelaskan bahwa penilaian proposal Hibah Hilirisasi Kemdiktisaintek Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada kualitas penelitian, melainkan juga kesiapan teknologi, kekuatan kemitraan, luaran yang terukur, serta potensi hilirisasi dan komersialisasi hasil riset.
"Hibah Hilirisasi Kemdiktisaintek Tahun 2026 ini diarahkan untuk mendorong hasil riset perguruan tinggi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan industri," ujarnya.
Ia merinci lima skema hibah yang ditawarkan, yaitu Dorongan Teknologi, SINERGI, Ajakan Industri, Riset Kemitraan Internasional (RKI), dan Hackathon Deeptech. Dosen diminta memilih skema yang sesuai dengan karakteristik penelitian, tingkat kesiapan teknologi, serta mitra yang dimiliki agar peluang pendanaan semakin besar.
"Persiapkan proposal secara matang, lengkapi seluruh persyaratan administrasi, dan manfaatkan pendampingan dari LPPM Universitas Djuanda agar proposal yang diajukan memenuhi ketentuan dan memiliki daya saing tinggi," jelasnya.
Narasumber kedua, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd., memaparkan secara khusus skema Riset Kemitraan Internasional (RKI) Tahun 2026, program pendanaan kompetitif dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek yang mendorong kolaborasi dosen atau peneliti perguruan tinggi Indonesia dengan mitra dari institusi luar negeri bereputasi.
"Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan dampak riset nasional, memperkuat jejaring internasional, menghasilkan publikasi bereputasi internasional, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, industri, dan kebijakan," pungkasnya.
Ia menekankan pentingnya komitmen kerja sama internasional yang dibuktikan melalui Letter of Intent (LoI), Letter of Commitment (LoC), Memorandum of Understanding (MoU), atau rekam jejak kolaborasi yang relevan, di samping pemenuhan dokumen administrasi dan ketentuan penyusunan proposal melalui platform HILIRISET.
"Seluruh penerima pendanaan wajib memenuhi target luaran sesuai jadwal, baik berupa publikasi ilmiah bereputasi internasional maupun luaran inovasi seperti purwarupa, model kebijakan, atau karya terapan sesuai kategori penelitian," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, UNIDA berharap pemahaman dosen terhadap Program Hibah Hilirisasi Riset Kemdiktisaintek Tahun 2026 semakin meningkat, sehingga kualitas proposal yang diajukan juga semakin baik.