[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Membangun Sikap Partisipatif dan Adversity sebagai Kunci Keberhasilan

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Majelis Tasbih sebagai agenda rutin dalam rangka penguatan nilai-nilai ketauhidan di lingkungan kampus. Kegiatan ini berlangsung pada Jum'at, 17 Juli 2026, dan diikuti oleh insan akademik UNIDA.

Pada Majelis Tasbih kali ini, Wakil Rektor III UNIDA Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi bertajuk "Membangun Sikap Partisipatif dan Ketangguhan (Adversity) sebagai Kunci Keberhasilan Hibah."

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Rasmitadila menjelaskan bahwa keberhasilan dalam memperoleh hibah tidak hanya ditentukan oleh kualitas proposal, tetapi juga dipengaruhi oleh sikap partisipatif, kemauan untuk berkolaborasi, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, budaya saling mendukung dan bekerja sama menjadi modal penting dalam membangun ekosistem penelitian yang produktif dan berkelanjutan.

"Keberhasilan hibah lahir dari sinergi dalam kebaikan. Tim yang saling menguatkan akan melahirkan kolaborasi, inovasi, dan keberkahan," ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Rasmitadila menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah hambatan yang membuat seseorang enggan berpartisipasi dalam program hibah, seperti rasa takut gagal, merasa tidak mampu, bertahan di zona nyaman, kurang percaya terhadap tim, hingga hanya berorientasi pada insentif. Padahal, setiap upaya dalam menghasilkan karya ilmiah dan penelitian yang bermanfaat merupakan bagian dari amal jariyah yang bernilai ibadah.

Selain membangun sikap partisipatif, ia juga menekankan pentingnya adversity atau ketangguhan, yaitu kemampuan untuk bertahan, bangkit, dan belajar dari setiap kegagalan. Proposal yang belum berhasil memperoleh pendanaan bukanlah akhir dari proses, melainkan kesempatan untuk melakukan evaluasi, menerima masukan dari reviewer, memperbaiki kualitas proposal, dan terus meningkatkan kompetensi sebagai peneliti.

"Ketangguhan bukan tentang tidak pernah gagal, tetapi tentang terus bangkit setelah gagal. Dengan kesabaran, ikhtiar, evaluasi, dan perbaikan yang berkelanjutan, peluang keberhasilan akan semakin besar," jelasnya.

Menutup pemaparannya, Prof. Dr. Rasmitadila mengajak seluruh insan akademik UNIDA untuk membangun budaya hibah yang kuat melalui semangat berpartisipasi, saling menguatkan, terus belajar, dan tidak mudah menyerah. Ia juga mengingatkan pesan dalam QS. Ar-Ra'd ayat 11 bahwa Allah SWT tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

"Budaya hibah yang kuat tidak dibangun oleh orang-orang yang paling pintar, tetapi oleh orang-orang yang mau berpartisipasi, belajar, saling menguatkan, dan tidak menyerah ketika gagal," pungkasnya.