Webinar Nasional FAIPG UNIDA Bahas Sinergi Perencanaan Strategis dan Tuntunan Al-Qur'an Menuju Era Digital
Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Webinar Nasional bertema "Rahasia Kekuatan Perencanaan dalam Membawa Organisasi Sukses Melompat ke Era Digital" pada Senin, (06/06/26), melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FAIPG UNIDA, Dr. Abdul Kholik, M.Pd.I., serta narasumber Imas Haedaroh, S.Sos., dan diikuti oleh jajaran mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dr. Abdul Kholik, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar ini dan menegaskan bahwa perencanaan yang matang merupakan fondasi utama bagi keberhasilan sebuah organisasi, khususnya di tengah tuntutan transformasi digital saat ini.
Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan Islam perlu mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai keislaman, agar perencanaan tidak hanya berorientasi pada capaian teknis, tetapi juga berlandaskan musyawarah, kejujuran, dan tanggung jawab. Dr. Abdul Kholik berharap webinar ini dapat membuka wawasan peserta mengenai pentingnya strategi dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era digital, sekaligus memperkuat semangat FAIPG UNIDA dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik maupun spiritual.
Dalam paparannya, Imas Haedaroh, S.Sos., menyoroti fenomena perencanaan sebagai kunci keberhasilan organisasi di era digital. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi organisasi saat ini antara lain lemahnya perencanaan strategis dan minimnya roadmap yang jelas, rendahnya kompetensi digital sumber daya manusia, kurangnya komitmen pimpinan dalam mengelola perubahan, serta fokus yang berlebihan pada pengadaan teknologi tanpa disertai strategi dan budaya kerja digital yang memadai. Akibatnya, implementasi program menjadi kurang efektif dan tidak mencapai sasaran yang diharapkan.
Ia juga mengaitkan fenomena tersebut dengan tuntunan Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Hasyr ayat 18 dan QS. Ali Imran ayat 159, yang menegaskan pentingnya perencanaan yang matang. Menurutnya, masih terdapat dikotomi antara nilai-nilai agama dan praktik manajemen organisasi, padahal prinsip musyawarah, amanah, kejujuran, profesionalisme, dan tanggung jawab semestinya menjadi landasan kebijakan. Perencanaan yang hanya didasarkan pada pertimbangan ekonomi atau kepentingan jangka pendek, tanpa memperhatikan aspek etika, keadilan, dan keberlanjutan, akan menghasilkan capaian yang kurang maksimal.
Imas Haedaroh turut mengangkat keteladanan Rasulullah SAW melalui hadis riwayat At-Tirmidzi, "ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah", yang mengandung pesan bahwa tawakal bukan berarti mengabaikan usaha, melainkan dilakukan setelah perencanaan dan ikhtiar yang maksimal. Dalam konteks organisasi modern, hadis tersebut menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital memerlukan keseimbangan antara perencanaan yang strategis, pelaksanaan yang profesional, dan keyakinan kepada Allah SWT.
Ia menambahkan bahwa di tengah disrupsi teknologi dan persaingan global, organisasi memerlukan model kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan inovasi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Sebagai contoh penerapan, ia memaparkan tahapan perencanaan dalam dunia pendidikan, mulai dari penetapan visi dan misi, analisis kebutuhan, hingga pemetaan kesiapan sekolah atau perguruan tinggi, termasuk kesiapan sumber daya baik berupa lahan, sarana fisik, maupun sumber daya manusia.
Webinar Nasional ini berlangsung antusias dan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk membangun perencanaan organisasi yang kuat, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman dalam menghadapi era digital.